Dampak Positif Persib di AFC Champions League Two, Dorong City Branding Kota Bandung
Persib Bandung dipastikan kembali tampil di ajang AFC Champions League Two musim 2026/2027. Maung Bandung akan memulai langkah dari babak play off.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persib Bandung dipastikan kembali tampil di ajang AFC Champions League Two musim 2026/2027. Maung Bandung akan memulai langkah dari babak play off, memperebutkan satu tiket menuju fase grup kompetisi antarklub Asia tersebut.
Berdasarkan daftar peserta yang mulai beredar, Persib Bandung berada di zona timur bersama sejumlah klub kuat dari Asia Timur dan Asia Pasifik. Beberapa di antaranya adalah FC Seoul, Machida Zelvia, Shanghai Shenhua dan Melbourne Victory yang dikenal memiliki pengalaman panjang di kompetisi kontinental.
Babak play off AFC Champions League Two musim ini, dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Sistem pertandingan hanya menggunakan satu leg atau satu pertandingan penentuan, sehingga setiap kesalahan akan sangat menentukan nasib tim yang bertanding.
Dalam skema tersebut, Persib berpeluang tampil sebagai tuan rumah pada laga play off. Hal ini dimungkinkan, karena klub asal Kota Bandung itu memiliki poin koefisien AFC yang lebih tinggi dibanding calon lawannya dari Filipina sehingga berpotensi mendapat keuntungan bermain di kandang sendiri.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, partisipasi Persib di kompetisi Asia membawa dampak yang lebih luas. Tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga pengembangan kota. Momentum tersebut, sebagai kesempatan meningkatkan standar fasilitas olahraga di Bandung.
“Ini agak berat juga karena kalau Persib di AFC, karena Persib akan bermain kandang di Kota Bandung. Artinya, ini peluang kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA untuk fasilitas standar internasional atau standar AFC,” kata Farhan, Kamis (28/5/2026).
Dia menjelaskan, proses peningkatan infrastruktur stadion bukan hal baru bagi Kota Bandung. Dirinya mengingat kembali pengalaman saat renovasi Stadion Si Jalak Harupat, agar sesuai dengan standar pertandingan tingkat Asia.
“Berat memang, waktu dulu saya ngikutin bagaimana kita merenovasi Stadion Si Jalak Harupat untuk menjadi standar AFC,” ucapnya.
Lebih jauh, Farhan menyebut keberhasilan klub di level Asia juga berdampak pada citra kota di mata internasional. Eksposur di kompetisi seperti ini, dapat menjadi modal penting dalam membangun City Branding Kota Bandung.
“Nah kemudian kenapa kita penting untuk menang dan berjaya di liga Asia, untuk expose internasional. Kalau internasionalnya bagus, maka bisa jadi modal kita untuk membangun city branding,” ujar dia.
Pihaknya juga menyinggung pentingnya integrasi antara prestasi olahraga dan dukungan infrastruktur kota, termasuk sektor transportasi udara. Apabila semua elemen berjalan beriringan, maka dampaknya akan semakin besar bagi Kota Bandung.
“Kalau city branding berhasil, apalagi kalau Bandara Husein Sastranegara jadi kembali diaktifkan lagi. Maka menjadi paket komplit,” harapnya.
Dengan kembalinya Persib Bandung ke kompetisi Asia ditambahkan Farhan, Kota Bandung tidak hanya menyiapkan diri sebagai tuan rumah pertandingan internasional. Namun juga menghadapi peluang memperkuat posisi kota sebagai pusat olahraga, pariwisata dan citra global di tingkat regional maupun internasional.***
Editor : JakaPermana

