Praktik Percaloan Sulit Dideteksi Jadi Alasan Pemprov Jabar Bangun Sistem Nyari Gawe
Praktik percaloan pekerjaan di perusahaan sulit dideteksi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Joa De Araujo mengatakan, praktik percaloan pekerjaan di perusahaan sulit dideteksi.
Sebab pemainnya kata Jo sangat beragam, mulai dari oknum di perusahaan tersebut, karang taruna, hingga kepala desa. Ini terjadi merata, baik di kawasan industri Rancaekek Kabupaten Bandung, Bekasi juga Karawang.
Maka dari itu, karena sulitnya mengungkap praktik percaloan ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kata Jo, menginstruksikan dibangunnya aplikasi nyari gawe guna mengintervensi dinamika tersebut.
"Jadi yang mau melamar, tinggal masuk ke aplikasinya. Tanpa bersentuhan dengan perusahaan ataupun masyarakat sekitar. Karena yang kami dapat informasi, jadi calo itu tidak hanya karang taruna, termasuk kepala desa. Nah tetapi bagaimana membuktikannya? Ini yang sulit membuktikannya, maka memang solusinya adalah harus membuat satu aplikasi dan ini sudah berjalan aplikasinya," kata Jo, Kamis (28/5/2026).
Lebih lanjut ia menyampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman telah menginstruksikan kepada Disnakertrans untuk mendorong perusahaan agar bergabung ke aplikasi Nyari Gawe.
Tujuannya, untuk memudahkan perusahaan dalam mencari pekerja bila tengah membuka lowongan. Tanpa harus dengan skema konvensional, yang dipenuhi praktik calo.
"Jadi daftar akunnya dulu. Nanti kalau ada (buka) lowongan kerja, tinggal memasukkan (spesifikasi yang dibutuhkan)," ucapnya.
Seperti diketahui, aplikasi Nyari Gawe telah beroperasi sejak Oktober 2025 lalu, dengan tujuan memudahkan perusahaan dan pencari kerja untuk terhubung, tanpa harus menyertakan lamaran kerja secara fisik.***
Editor : JakaPermana

