Dari Rongga, Pemkab Bandung Barat Mulai Stabilkan Pasokan Harga Pangan

Pemkab Bandung Barat menggelar pasar murah di di Pondok Pesantren Sukamanah, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga.

Dari Rongga, Pemkab Bandung Barat Mulai Stabilkan Pasokan Harga Pangan
"Gapura Amanah hadir untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka," jelas Lukmanul, Senin 9 Maret 2026. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung Barat menggelar pasar murah di di Pondok Pesantren Sukamanah, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga.

Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) KBB Lukmanul Hakim menjelaskan, program itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah permintaan yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. 

"Gapura Amanah hadir untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka," jelas Lukmanul, Senin 9 Maret 2026.

Lukmanul menyebut, berbagai jenis bahan pokok ditawarkan dengan harga jauh di bawah pasar, antara lain beras premium Rp13.000 per kg, beras SPHP Rp12.000 per kg, cabai keriting merah dan rawit merah masing-masing Rp10.000 per paket, serta bawang merah dan putih dengan harga yang sama.

"Tak cuma itu, daging sapi dijual Rp100.000 per kg, daging ayam Rp36.000 per kg, telur ayam Rp28.000 per kg, gula pasir Rp15.500 per kg, tepung terigu Rp9.000 per kg, dan minyak goreng Rp15.500 per liter," sebutnya.

Lebih lanjut Lukmanul menuturkan, kegiatan serupa tak hanya berlangsung di Kecamatan Rongga. Sebelumnya, Gapura Amanah telah digelar pada 3 Maret di Kecamatan Cipeundeuy dan 5 Maret di Kecamatan Ngamprah. 

"Selanjutnya akan dilaksanakan pada 10 Maret di Kecamatan Cililin. Selain itu, juga ada program Gapura Amanah Mandiri yang telah berjalan di beberapa desa seperti Cikole (Lembang), Ciburuy (Padalarang), dan Bongas (Cililin)," tuturnya.

Melalui program ini, pihaknya berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dengan harga yang lebih murah dan kondisi pasar pangan tetap terkendali menjelang Hari Raya.

"Program ini merupakan hasil kolaborasi multi pihak, antara lain Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah pelaku usaha pangan seperti Perum Bulog, Depo Daging, Ananda Food and Meat, Kios Pangan Sri Mandiri, Toko Hijrah Sayur, Gapoktan, dan PT Serena Harsa Utama," sebutnya.


Editor : Doni Ramdhani