Dari Tangan Istimewa, Tumbuh Prestasi Mendunia
ENAM murid SLB Indonesia mengukir prestasi di Malaysia.Mereka membawa pulang enam medali dari kompetisi kuliner internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Sebuah kue bertema floral dengan hiasan keranjang dan ornamen bunga menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Dari tangan Andi Ismira Aulia dan Hepi Vania Zendrato, kreasi tersebut mengantarkan mereka meraih medali dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 di Penang, Malaysia.
Bagi Andi Ismira Aulia, pengalaman itu terasa istimewa.
Murid SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara, tersebut untuk pertama kalinya mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.
Bersama Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat, ia menampilkan kue bertingkat dua dengan hiasan berbentuk keranjang dan rangkaian bunga.
Pengalaman itu bukan sekadar kesempatan menunjukkan keterampilan, melainkan juga ruang untuk membuktikan kemampuan dan keberanian menghadapi tantangan baru.
“Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga, terlebih karena kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya di ajang internasional. Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan baru,” kata Mira, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (27/10).
Mira juga berpesan kepada teman-teman di seluruh Indonesia agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi. Baginya, keberhasilan di panggung internasional menjadi pengalaman yang dapat mendorongnya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.Mira merupakan satu dari enam murid Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Indonesia yang berlaga dalam BOTC 2026 pada 21–24 Oktober. Mereka berhasil membawa pulang empat medali perak dan dua medali perunggu dari kompetisi kuliner tersebut.
Kelima murid lainnya ialah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, serta Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi pencapaian para murid tersebut. Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka) Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami menilai keikutsertaan dalam kompetisi internasional bukan hanya tentang membawa pulang medali.
Ajang seperti BOTC juga menjadi kesempatan bagi murid berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Prestasi mereka sekaligus menunjukkan pentingnya menyediakan ruang yang inklusif agar setiap murid dapat memperlihatkan potensi yang dimiliki.
“Keikutsertaan dalam ajang BOTC 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan.
Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki,” kata Rusprita.
Kemendikdasmen juga akan menindaklanjuti pencapaian tersebut melalui publikasi dan pencatatan prestasi peserta dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT).
Rekam jejak itu diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan, keterampilan, serta peluang karier mereka di bidang kuliner.
Empat medali perak dan dua medali perunggu menjadi hasil yang membanggakan.
Namun, lebih dari sekadar penghargaan, pengalaman di Penang membuka ruang bagi enam murid SLB untuk terus mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, dan menatap peluang yang lebih luas di masa depan.
(gin)
Editor : Inilahkoran
