DAS Ciliwung Miliki Bendungan untuk Mereduksi Banjir, DAS Bekasi Kapan?
Walaupun tidak dianggap maksimal, keberadaan Bendungan Ciawi dan Sukamahi berhasil menahan banjir ke Daerah Aliran Sungai DAS Ciliwung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Walaupun tidak dianggap maksimal, keberadaan Bendungan Ciawi dan Sukamahi berhasil menahan banjir ke Daerah Aliran Sungai DAS Ciliwung.
Dua Bendungan di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor tersebut mampu menahan air hingga 2,3 juta kubik.
"Bendungan Ciawi menahan air 2 juta kubik dan Bendungan Sukamahi menahan air 300 ribu kubik pada puncak curah hujan tertinggi pada 4 Maret lalu," ucap Kepala UPB Ciawi dan Sukamahi Vicky Aswady Suryana kepada wartawan, Selasa 15 April 2025.
Vicky Aswady Suryana menuturkan, akibat air ditahan di Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, air banjir dari hulu Sungai Ciliwung tertahan kurang lebih 10 jam menuju Bendungan Katulampa.
"Kenaikan tinggi mata air di Bendungan Katulampa dari siaga 2 ke siaga 1 pun agak lama, dibandingan pada Tahun 2020 lalu. Hingga banjir di Depok dan Jakarta pun berhasil tereduksi," tutur Vicky Aswady Suryana.
Ia menjelaskan, banjir di Depok dan Jakarta pada 4 Maret karena curah hujan yang merata di hulu maupun hilir.
Sementara itu, banjir di Bekasi yang dampaknya lebih parah terjadi karena hujan lebat di DAS Bekasi dan juga karena tidak adanya Bendungan maupun Sodetan.
Ada dua Gunung yang merupakan Hulu DAS Bekasi yaitu Gunung Pancar di Kecamatan Babakan Madang dan Gunung Geulis di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
"Di DAS Bekasi, memang belum memiliki Bendungan, Embung ataupun Sodetan untuk mereduksi banjir di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor maupun Kota Bekasi," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

