Datang ke Podcast Deddy Corbuzier, Giring PSI Abis-abisan Bahas Formula E
Menjadi bintang tamu dalam podcast Deddy Corbuzier, Giring Ganesha kembali bahas Formula E abis-abisan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,- Jakarta- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ghanesa menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier pasca kritikannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dalam podcast tersebut, Giring membahas mengenai penyelenggaraan Formula E yang tengah diwacanakan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Sempat heboh karena kritik tajamnya, akhirnya Giring Ganesha diundang ke podcast Deddy Corbuzier hanya untuk membahas Formula E.
Giring Ganesha menyayangkan soal anggaran Formula E yang begitu besar. Pasalnya, menurut mantan vokalis Nidji itu, Formula E menggunakan 100 persen APBD DKI Jakarta.
Baca Juga: AH! Setelah Serang Anies, Giring Ganesha Sebut Kader PSI Paling Pas Jadi Gubernur DKI
Dia mengungkapkan, saat saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan setengah triliun rupiah untuk penyelenggaraan event internasional ini. Di samping itu, Giring pun menyoroti penundaan gelaran Formula E di Jakarta tersebut.
"Formula E nggak bisa jalan karena PPKM," ucap Giring Ganesha di kanal Youtube Deddy Corbuzier.
Giring mengaku, saat ini posisinya dan partai yang dia tempati bertugas untuk menjaga uang rakyat.
"Jadi gue bicara kepada masyarakat anggaran APBD. Jakpro membayar down payment Formula E pelaksanaan 2020 sebesar Rp360 miliar di akhir 2019," beber Giring.
Selanjutnya Giring mengemukakan, pihak Pemprov DKI Jakarta telah membayar untuk kali kedua Formula E sebesar Rp200 miliar. Jadi total yang sudah dibayarkan sebesar Rp560 miliar.
Baca Juga: Ini Harapan PSI Kota Bandung Terkait OYA
"Yang bikin gue nyesek Rp560 miliar itu adalah uang rakyat itu APBD," ungkapnya.
Giring pun membandingkan dengan penyelenggaraan Formula E yang telah berlangsung di beberapa negara lainnya.
"Di Hongkong, mereka bikin dua kali lebih murah dibanding Jakarta tapi pembiayaannya 100 persen swasta, terus tidak dilanjutkan lagi kerja samanya," tutur Giring.***(Yosep Saepul Ramdan)
Editor : inilahkoran


