Debt Collector Denpasar Klarifikasi Usai Viral Paksa Periksa Motor yang Dibeli Tunai

Sempat viral, debt collector yang memaksa pengendara motor untuk cek rangka meminta maaf.

Debt Collector Denpasar Klarifikasi Usai Viral Paksa Periksa Motor yang Dibeli Tunai
DC yang sempat viral akhirnya minta maaf

INILAHKORAN - Kasus debt collector atau penagih utang kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral memperlihatkan dua pria yang diduga debt collector memaksa memeriksa nomor rangka motor milik seorang warga di Denpasar, Bali.

Dalam video yang ramai di media sosial, terlihat kedua pria tersebut mengikuti pengendara motor hingga ke halaman sebuah sekolah menengah pertama (SMP).

Mereka kemudian meminta izin untuk memeriksa dan memotret nomor rangka kendaraan tersebut. Namun, pemilik motor menolak karena kendaraan miliknya dibeli secara tunai, bukan melalui sistem kredit.

Setelah kejadian itu viral, pihak yang bersangkutan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. 

Pria yang berprofesi sebagai debt collector itu mengaku hanya menjalankan tugas berdasarkan data dari pihak leasing atau perusahaan pembiayaan. Belakangan diketahui, data yang diterimanya ternyata keliru.

Pihak perusahaan finance juga mengonfirmasi bahwa telah terjadi kesalahan pencatatan data kendaraan yang membuat debt collector tersebut salah sasaran.

"Pihak finance salah memasuki nomor DK, maka di situ mungkin ada kekeliruan antara saya yang mungkin kurang teliti," ujarnya.

"Saya mohon maaf atas kekeliruan saya, memang benar motor ibu ini dibeli secara cash," tandasnya.


Editor : Firda Rachmawati