Debut di Persib, Fitrah Maulana Wujudkan Mimpi Kecilnya
Kiper Persib, Fitrah Maulana, mengungkapkan perasaan campur aduk setelah menjalani debutnya bersama Maung Bandung dalam laga kontra Borneo FC.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kiper Persib, Fitrah Maulana, mengungkapkan perasaan campur aduk setelah menjalani debutnya bersama Maung Bandung dalam laga kontra Borneo FC. Penampilan perdananya itu terasa spesial karena berlangsung di kandang sendiri dengan puluhan ribu bobotoh memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Dalam laga tersebut, Persib sukses meraih kemenangan 3–1 atas Borneo FC. Gol-gol Persib dicetak oleh Ramon Tanque, Federico Barba, dan Saddil Ramdani. Borneo FC sempat unggul lebih dulu lewat gol Vinicius pada awal laga.
“Alhamdulillah pertandingan hari ini bisa dimenangkan oleh Persib dan terima kasih coach telah memberikan kesempatan buat saya,” ujar Fitrah seusai laga, Jumat (5/12/2025). “Pertandingan ini sangat menegangkan sekali karena saya pertama kali bermain di kandang dan banyak suporter.”
Fitrah mengakui beberapa menit awal merasakan tekanan besar. debut sebagai Kiper utama Persib membuatnya sempat gugup. Namun dukungan rekan setim dan suasana pertandingan membuatnya perlahan mampu mengatasi rasa tegang tersebut.
“Tadi awal-awal agak tegang karena debut saya pertama kali di Persib. Alhamdulillah saya bisa melewati itu semua dan hasilnya sangat bagus,” kata dia.
Momen paling emosional bagi Fitrah terjadi ketika dia menyadari bahwa debut ini merupakan impiannya sejak kecil. “Rasa terharu itu muncul karena ini mimpi saya dari kecil. Saya sangat terharu bisa debut di Persib,” ucapnya.
Kiper muda itu juga mempersembahkan penampilannya untuk orang-orang terdekat yang selama ini memberikan dukungan penuh.
“debut ini saya persembahkan kepada mamah tercinta, keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan saya, dan untuk istri saya. Terima kasih, itu untuk mereka.”
Meski tampil cukup baik, Fitrah tetap mengaku merasa kecewa ketika harus kebobolan pada kesempatan pertama lawan melakukan serangan. “Pas kebobolan, saya merasa kecewa karena mereka satu serangan sudah cetak gol. Tapi dari itu saya belajar,” ungkapnya.
Dia menambahkan, komunikasi dan dorongan dari rekan setim membuatnya kembali stabil dan percaya diri. “Saya ngobrol dengan yang lain di tim dan akhirnya saya termotivasi, terangkat, dan bisa membantu memenangkan pertandingan ini.”
Editor : Gin gin T Ginulur

