Lapangan GBLA Dikritik PSM, Manajemen Persib Ungkap Kondisi Sebenarnya
Manajemen Persib buka suara soal kondisi lapangan GBLA yang dikritik PSM. Perbaikan rumput ditargetkan membaik mulai Oktober 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Manajemen Persib-Bandung'>Persib Bandung akhirnya angkat bicara terkait kondisi lapangan utama Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang mendapat kritikan setelah pertandingan menghadapi PSM Makassar.
Persib menjamu PSM Makassar di Stadion GBLA, Minggu (6/9/2026). Stadion berkapasitas sekitar 38 ribu penonton itu menjadi sorotan karena kondisi permukaan lapangan dinilai belum ideal.
Sejumlah bagian lapangan terlihat tidak rata dan terdapat banyak titik yang tampak gundul. Kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari kubu PSM Makassar yang menyampaikan keluhan mengenai kualitas lapangan selama pertandingan.
Deputy CEO PT Persib-Bandung'>Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pertandingan tersebut sebenarnya direncanakan digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena Stadion Si Jalak Harupat tidak diperbolehkan digunakan akibat akan dipakai untuk agenda FIFA ASEAN.
“Cuma tiba-tiba sama PSSI gak boleh kan karena mau dipakai FIFA ASEAN. Jadi ya mau gak mau, gak ada opsi, emang harus main di sini (GBLA),” ujar Adhitia, Selasa (8/9/2026).
Perbaikan GBLA'>Lapangan GBLA Belum Rampung
Adhitia mengakui kondisi lapangan utama Stadion GBLA sebenarnya belum ideal untuk digunakan menggelar pertandingan. Pasalnya, proses perbaikan lapangan dijadwalkan baru rampung pada akhir September 2026.
Menurut dia, pertumbuhan rumput membutuhkan waktu dan tidak bisa dipaksakan untuk berlangsung lebih cepat. Terlebih, kondisi Bandung sempat mengalami musim kemarau selama sekitar tiga bulan.
“Makanya insya Allah di Oktober mah udah lebih ready. Kan rumput mah gak bisa dipaksa untuk tumbuh cepat. Emang harus nunggu sembilan bulan. Apalagi kemarin Bandung kan tiga bulan kemarau kan, gak ada hujan. Jadi ya mau gimana lagi,” tuturnya.
Adhitia pun meminta dukungan agar proses perbaikan GBLA'>Lapangan GBLA dapat berjalan lancar sehingga kembali berada dalam kondisi terbaik.
“Pokoknya kita lagi mengupayakan yang terbaik. Kita mah yang ngerjain tau lah kendalanya apa, prosesnya gimana. Pasti kita lakuin yang terbaik,” katanya.
Ia mengungkapkan, dirinya bahkan memantau langsung kondisi stadion hingga dini hari sebelum pertandingan melawan PSM Makassar.
“Waktu malam aja H-1 sebelum pertandingan saya di stadion sampai jam 01.30 ngeliatin segala macem. Cuma ya kan kadang gak semuanya bisa diceritain detail. Ya sabar sajalah. Insya Allah nanti di Oktober-November udah bagus,” harapnya.
Persib Jadikan GBLA sebagai Home Base
Sejauh ini, Persib mengajukan Stadion GBLA sebagai markas utama atau home base, sementara Stadion Si Jalak Harupat disiapkan sebagai alternatif.
Manajemen berharap proses perbaikan GBLA'>Lapangan GBLA dapat selesai sesuai jadwal sehingga kondisi rumput semakin baik dalam beberapa bulan ke depan.
Adhitia mengatakan, berdasarkan informasi dari vendor, kondisi lapangan diperkirakan akan jauh lebih baik sekitar satu bulan mendatang.
“Mestinya sih sebulanan lagi ya kayaknya. Dari vendor itu ngomong sebulanan lagi,” jelasnya.
Ia juga menyebut kondisi rumput di sisi selatan lapangan sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan positif.
“Kalau teman-teman liat ya, yang selatan itu kalau temen-temen ke lapangan ya, jangan pakai TV, ke lapangan itu udah rapat banget. Orang-orang ITB-nya bilang 'Kang ini udah bagus ini. Sebulan lagi kayak gini semua',” ungkap Adhitia.
Menurutnya, proses pemulihan rumput membutuhkan waktu sehingga hasil yang maksimal tidak bisa diperoleh secara instan.
“Ya gimana kan waktunya gak cukup. Istilahnya kayak hamil 9 bulan kita lahirin 7 bulan kan prematur,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

