Jelang Persib vs PSM di GBLA, Tol KM 149 Bakal Diperpanjang

Jelang Persib vs PSM di GBLA, Pemprov Jabar mengkaji pembukaan KM 151 dan memperpanjang operasional Tol KM 149 untuk antisipasi macet.

Jelang Persib vs PSM di GBLA, Tol KM 149 Bakal Diperpanjang
Jelang Persib vs PSM di GBLA, Pemprov Jabar mengkaji pembukaan KM 151 dan memperpanjang operasional Tol KM 149 untuk antisipasi macet.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjelang laga perdana Persib Bandung di Liga Super 2026/2027.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan merespons usulan Anggota DPRD Jabar Tedy Rusmawan agar akses Gerbang Tol Padaleunyi KM 151 kembali dibuka serta jam operasional Gerbang Tol KM 149 diperpanjang.

Usulan tersebut muncul menjelang pertandingan Persib Bandung menghadapi PSM Makassar di Stadion GBLA, Minggu (6/9/2026) malam.

Pertandingan perdana Maung Bandung itu diprediksi menarik animo besar Bobotoh dan berpotensi meningkatkan kepadatan kendaraan di kawasan Gedebage.

Pemprov Jabar Kaji Pembukaan Tol KM 151

Erwan mengatakan, usulan pembukaan kembali akses Tol Padaleunyi KM 151 perlu dikaji secara matang.

Menurutnya, lokasi KM 151 yang sangat dekat dengan kawasan Stadion GBLA perlu menjadi pertimbangan. Terlebih, sistem pengamanan pertandingan saat ini menerapkan sejumlah titik pemeriksaan bagi suporter.

“Minta ke panpel untuk mengajukan. Tapi dilihat dari pengamatan saya, kalau dulu kan yang punya tiket, tidak punya tiket, bisa mendekat ke stadion,” kata Erwan usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Jabar, Jumat (4/9/2026).

Erwan menjelaskan, kondisi akses menuju stadion saat ini berbeda dibandingkan pertandingan sebelumnya karena terdapat beberapa pos pemeriksaan.

“Sekarang kan ada pemeriksaan, ada beberapa pos pemeriksaan untuk yang tidak mempunyai tiket tidak boleh mendekat ke kawasan stadion,” ujarnya.

Karena letaknya berdekatan dengan pintu masuk stadion, Erwan khawatir pengoperasian kembali KM 151 tanpa skema yang tepat justru dapat menimbulkan persoalan baru.

“Nah, kalau 151 ini kan sudah sangat dekat sekali dengan pintu masuk ke stadion. Ini bisa menyebabkan kemacetan dan juga pemeriksaan yang sulit,” katanya.

Tol KM 149 Berpeluang Diperpanjang Jam Operasional

Sebagai alternatif, Pemprov Jabar akan mendorong optimalisasi Gerbang Tol Padaleunyi KM 149.

Salah satu opsi yang dikaji adalah memperpanjang jam operasional gerbang tol tersebut sehingga dapat melayani arus kendaraan setelah pertandingan malam.

“Ke­mungkinan kita akan maksimalkan nanti yang 149 ini tidak sampai jam 10, tapi bisa ditambah jamnya,” ucap Erwan.

Namun, kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh Pemprov Jabar.

Erwan mengatakan, pihaknya membutuhkan surat resmi dari PT Persib atau panitia pelaksana pertandingan sebagai dasar untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Itu pun nanti saya mau minta dulu surat ke PT Persib atau ke panpel supaya sebagai dasar kita menyurati ke Bina Marga, Kementerian PU dan Bina Marga, BPJT,” tegasnya.

DPRD Jabar Minta Akses Tol Dioptimalkan

Sebelumnya, Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta Pemprov Jabar bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar GBLA setiap kali Persib bertanding.

Menurut Tedy, pembukaan kembali akses Tol Padaleunyi KM 151 dapat menjadi salah satu solusi strategis karena fasilitas tersebut sudah tersedia dan sebelumnya pernah digunakan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

"Yang pertama, untuk membuka kembali akses Tol Padaleunyi KM 151 yang sebetulnya sudah ada dan pernah digunakan di Desember 2024 dan Natal 2025. Hari ini fasilitasnya ada, tapi sayang tidak dimanfaatkan. Untuk itu, mohon kiranya ini betul-betul bisa dimanfaatkan dan menjadi perhatian khusus tentunya dari pusat," ujar Tedy dalam interupsi rapat paripurna.

Selain KM 151, Tedy juga meminta akses Tol KM 149 dioptimalkan melalui perpanjangan jam operasional.

Menurutnya, pembatasan waktu operasional menjadi persoalan tersendiri karena pertandingan Persib kerap berlangsung pada malam hari.

"Kemudian yang kedua, mengoptimalkan akses Tol 149 Padaleunyi juga, yang hari ini jam pengoperasiannya masih dibatasi dari jam 6.00 sampai jam 10.00. Dan kita ketahui Persib ini sering main malam, gitu ya, jam 19.00 sampai jam 21.00. Nah, ini mudah-mudahan surat yang disampaikan oleh Pemprov Jabar ini secara khusus bisa menangani kemacetan di GBLA," ucapnya.

Kemacetan GBLA Tak Hanya Dikeluhkan Bobotoh

Tedy menilai persoalan kemacetan di kawasan GBLA tidak hanya berdampak kepada Bobotoh yang datang menyaksikan pertandingan.

Kepadatan kendaraan juga menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Gedebage dan sekitarnya.

Karena itu, ia mendorong Pemprov Jabar segera mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan PT Jasa Marga.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan skema pengaturan akses tol yang lebih optimal setiap kali Persib menjalani pertandingan di Stadion GBLA.

Dengan adanya optimalisasi akses KM 149 maupun kajian pembukaan KM 151, arus kendaraan menuju dan meninggalkan kawasan stadion diharapkan dapat lebih terkendali sehingga aktivitas warga sekitar tetap berjalan.***


Editor : JakaPermana