Sudaryono Sebut BGN Tak Suruh MBG di Daerah Karhutla Terus Berjalan
BGN tegaskan pihaknya tidak pernah menyuruh program MBG di daerah karhutla harus terus berjalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya Dinas Pendidikan di Kalimantan mendorong bahwa siswa tetap harus masuk sekolah di tengah kabut asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla).
Alasan sebenarnya di mana siswa wajib sekolah di tengah Karhutla disebabkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Menyanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tak pernah memaksa distribusi Program MBG di daerah yang terdampak Karhutla terus berjalan.
“Ada kan katanya karena Karhutla kemudian siswanya disuruh mengambil atau orang tuanya disuruh ambil, itu begini, karena ada Karhutla itu kemudian sekolahnya libur, tetapi diumumkan di saat dapurnya sudah memasak, sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan, sehingga harus matang dan kemudian di hari itu diambil, besoknya sudah enggak ada lagi,” jelas Kepala BGN Sudaryono.
Distribusi MBG di wilayah terdampak Karhutla mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah maupun provinsi.
“Jadi terkait Karhutla di Kalimantan dan di Sumatra, intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah,” tutur pria yang akrab disapa Mas Dar.
"Libur, tidak libur, itu kita ikuti. Pertimbangannya, kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG walaupun Karhutla bukalah sekolah, enggak," lanjutnya.
“Kami intinya menyerahkan (kewenangan) SMA itu di gubernur, lalu SD, SMP kan di bupati/wali kota, kami serahkan, begitu libur, kemudian MBG mengikuti,” ujar dia.***
Editor : Irma Nurfajri

