Fakta Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri Jadi Korban, SPPG Disuspend
Fakta keracunan MBG di Sidoarjo: 566 santri terdampak, 18 sekolah terkena imbas, hingga penghentian operasional SPPG Tanggulangin oleh BGN.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus disorot publik.
Insiden ini berdampak luas hingga menyebabkan ratusan santri harus mendapatkan perawatan medis darurat dan memicu tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Berikut adalah deretan fakta kunci terkait kasus keracunan MBG di Sidoarjo yang perlu Anda ketahui:
1. 566 Santri Ponpes Manba'ul Hikam Terdampak
Insiden yang bermula pada Selasa (1/9/2026) ini menyebabkan sedikitnya 566 santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam mengeluhkan gejala medis usai menyantap makanan. Para korban mengalami mual, sakit perut hebat, hingga kondisi tubuh lemas.
2. Imbas Meluas ke 18 Lembaga Pendidikan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa dampak dugaan keracunan makanan ini tidak hanya dialami oleh Ponpes Manba'ul Hikam. Sebanyak 18 hingga 19 lembaga pendidikan lain di wilayah Sidoarjo yang menerima jatah makanan dari penyedia yang sama turut melaporkan kejadian serupa.
3. Sumber Makanan dari SPPG Tanggulangin
Seluruh paket makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo.
4. BGN Resmi Bekukan (Suspend) Operasional SPPG
Menanggapi peristiwa ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat penghentian sementara (suspend berat) terhadap operasional SPPG Tanggulangin Kali Tengah sejak Rabu (2/9/2026) siang.
5. Sampel Makanan Diuji Lab Selama Seminggu
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengonfirmasi bahwa pihak laboratorium sedang menguji sampel makanan secara komprehensif. Hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan keluar paling cepat dalam waktu satu minggu untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.
6. Kondisi Pasien Mulai Membaik
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan penanganan medis berjalan cepat. Dari total korban yang dirawat di RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Hingga Rabu malam, tersisa 34 santri yang masih dalam perawatan di RSI Siti Hajar dengan kondisi yang terus membaik.
Editor : Firda Rachmawati

