644 Santri Diduga Keracunan, Khofifah Minta SPPG di Jatim Evaluasi

Gubernur Jatim Khofifah meminta SPPG melakukan evaluasi setelah 644 santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan makanan.

644 Santri Diduga Keracunan, Khofifah Minta SPPG di Jatim Evaluasi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjenguk salah satu pasien korban dugaan keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026). Khofifah menjelaskan tersisa 27 santri Ponpes Manba'ul Hikam yang masih dirawat di RSI Siti Hajar yang mana 24 di antaranya diperkirakan dapat pulang pada hari ini.

INILAHKORAN.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Timur melakukan evaluasi dan berbenah untuk mencegah terulangnya peristiwa dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan Santri di Sidoarjo.

Khofifah secara khusus meminta SPPG memperhatikan waktu pengiriman makanan setelah ditemukan adanya perbedaan jam pengiriman yang diduga berkaitan dengan peristiwa keracunan terhadap 644 Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo.

Para Santri diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

“Ada makanan yang dikirim jam 11.00 lebih, dan dikonsumsi pada jam 12.30-13.00 siang. Inilah yang kemudian ditemukan ada masalah,” kata Khofifah usai mengunjungi pasien korban dugaan keracunan yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).

Khofifah menjelaskan, SPPG Tanggulangin Kali Tengah tidak hanya melayani Ponpes Manba'ul Hikam, tetapi juga 18 lembaga pendidikan lainnya di wilayah setempat.

Pada hari kejadian, kata Khofifah, makanan dari SPPG telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Sebagian makanan kemudian dikirim pada pukul 07.00 WIB dan sudah dapat dikonsumsi penerima sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Khofifah, makanan yang dikirim dan dikonsumsi oleh 18 lembaga pendidikan lainnya tersebut tidak menimbulkan dampak serupa.

Temuan mengenai waktu pengiriman makanan itu, lanjut Khofifah, telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

27 Santri Masih Dirawat

Di sisi lain, Khofifah menyampaikan perkembangan kondisi para Santri yang menjadi korban dugaan keracunan makanan.

Hingga Kamis (3/9/2026), masih terdapat 27 Santri Ponpes Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 Santri telah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

“Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing,” kata Khofifah.

Sebagai informasi, sebanyak 644 Santri Ponpes Manba'ul Hikam dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa (1/9/2026).

Sehari kemudian, Rabu (2/9/2026), Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap operasional SPPG tersebut.


Editor : Ahmad Sayuti