Pemkot Cirebon Intensifkan GPM dan Mol Pangling, Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar

Pemkot Cirebon mengintensifkan GPM dan Mol Pangling untuk menjaga harga pangan. Sejumlah komoditas dijual lebih murah dibandingkan harga pasar.

Pemkot Cirebon Intensifkan GPM dan Mol Pangling, Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar
Pelaksanaan program GPM dan Mol Pangling di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota Cirebon mengintensifkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau pada September 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, GPM berskala besar dilaksanakan secara rutin setiap bulan, sedangkan Mol Pangling menjangkau masyarakat setiap pekan.

“Untuk GPM yang berskala besar dilaksanakan setiap bulan, sementara Mol Pangling kami jalankan setiap minggu,” kata Elmi di Cirebon, Kamis (3/9/2026).

Menurut Elmi, kedua program tersebut menjadi strategi Pemkot Cirebon untuk memperluas pelayanan pangan murah hingga kawasan permukiman, terutama wilayah yang jauh dari lokasi pelaksanaan GPM.

Ia menegaskan harga komoditas yang dijual melalui kedua program tersebut diupayakan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Dengan begitu, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih terjangkau.

GPM ke-28 digelar DKPPP Kota Cirebon di Lapangan Kesambi dengan menyediakan beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya,” ujarnya.

Pada pelaksanaan GPM tersebut, sekitar 100 kilogram daging ayam yang disediakan sejak pukul 07.00 WIB dilaporkan telah habis terjual.

Selain daging ayam, daging sapi yang berada di kisaran Rp160 ribu per kilogram di pasar dijual Rp130 ribu per kilogram melalui GPM.

Sementara itu, telur ayam ditawarkan dengan harga Rp23 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp26 ribu per kilogram.

“Beras SPHP kemasan lima kilogram juga tersedia dengan harga Rp58 ribu, bersama berbagai komoditas lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan harga pangan secara umum masih terkendali meskipun terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, termasuk beras dan daging ayam.

Ia mencontohkan harga daging ayam di pasaran yang berkisar Rp38 ribu per kilogram, sedangkan melalui GPM komoditas tersebut dijual Rp35 ribu per kilogram.

Menurut Edo, selisih harga tersebut menjadi salah satu alasan pangan murah tetap diminati masyarakat.

Meski demikian, aktivitas GPM tidak selalu terlihat ramai seperti pasar tradisional. Hal itu, kata dia, karena masyarakat umumnya langsung pulang setelah mendapatkan kebutuhan yang dicari.

“Setelah mendapatkan kebutuhan yang dicari, masyarakat biasanya langsung pulang sehingga aktivitasnya terlihat tidak seramai pasar umum,” ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti