Jenal: ASN Kota Bogor Diharapkan Bisa Belanja Produk UMKM Minimal Rp500 Ribu
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memiliki cita-cita mulia. Dia mengharapkan ASN Kota Bogor bisa belanja produk UMKM minimal Rp500 ribu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memiliki cita-cita mulia. Dia mengharapkan ASN Kota Bogor bisa belanja produk UMKM minimal Rp500 ribu.
Jenal menjelaskan, kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan rutin bulanan bagi ASN. Untuk itu, daripada membeli di tempat lain, dia mendorong ASN Kota Bogor untuk meramaikan produk binaan DKPP dan DinkUMKMDagin.
"Cita-cita saya bisa menerapkan sistem digitalisasi komoditas pangan khusus ASN dengan target minimal belanja Rp500 ribu per bulan. Jika regulasi ini berjalan secara konsisten, saya meyakini ekonomi lokal akan cepat naik kelas dan kesejahteraan pelaku usaha kecil dapat melonjak signifikan," kata Jenal saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sempur, Selasa (2/6/2026).
Dia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan program GPM tersebut. Sebab, kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu menghadirkan program nyata yang menyentuh dan melibatkan masyarakat secara langsung, bukan sekadar seremonial belaka.
"Ini juga langkah untuk meningkatkan pendapatan UMKM dan pemenuhan kebutuhan pangn. Saya juga mempunyai gagasan instruksi wajib belanja bagi para ASN di lingkungan Pemkot Bogor," jelasnya.
Jenal memaparkan, berkaca dari Kota Surabaya pada 2021 dia meminta seluruh ASN wilayah Kecamatan Bogor Tengah untuk berbelanja di arena GPM selama dua hari pelaksanaan kegiatan pada 2-3 Juni 2026.
"Jadi kami meminta dan memohon pak camat dalam dua hari ini jangan dulu berbicara masyarakat, kita dulu pelaku kebijakan pemerintah. Seluruh ASN wajib belanja di GPM Lapangan Sempur," imbuhnya.
GPM di Lapangan Sempur itu digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Bogor ke-544.
Kegiatan bertema "GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang" itu berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Jabar, Penggadaian, DKPP Jabar, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Selain bahan pokok, tersedia juga stand produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bogor.
Di tempat yang sama, Deputi Kepala BI Jabar Siti Muarofah berharap momentum itu mampu mempercepat berbagai agenda pembangunan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perekonomian Kota Bogor diakuinya tergolong sangat impresif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45% pada tahun 2025, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan agregat Provinsi Jawa Barat sebesar 5,3%.
"Di tengah dinamika geopolitik global termasuk konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan komoditas domestik Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kami juga galakkan pelaksanaan operasi pasar dan GPM ini guna memotong rantai pasokan yang panjang. Ini tentunya diharapkan sangat efektif untuk menjaga kestabilan harga," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris DKPP Kota Bogor Wina menuturkan agenda GPM ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut yakni Selasa dan Rabu.
Program GPM itu sengaja didesain untuk menyediakan pangan berkualitas tinggi dengan harga yang sangat terjangkau di bawah harga pasar, sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah.
Editor : Doni Ramdhani


