GPM Dinilai Jadi Salah Satu Faktor Penjaga Stabilitas Harga di Tasikmalaya

GPM di Kota Tasikmalaya tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah penyaluran berbagai program sosial.

GPM Dinilai Jadi Salah Satu Faktor Penjaga Stabilitas Harga di Tasikmalaya
Anggota DPD Alfiansyah Bustami atau Komeng saat menghadiri GPM di Kota Tasikmalaya diserbu ratusan warga. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Tasikmalaya tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah penyaluran berbagai program sosial bagi masyarakat. 

Kolaborasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), DPD, DPR, dan Pemkot Tasikmalaya menghadirkan layanan yang lebih luas, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga bantuan bagi warga terdampak kekeringan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tamansari, Rabu (29/7/2026), menyediakan beragam komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, daging, cabai, bawang merah, dan kebutuhan pokok lainnya. 

Selain itu, panitia membagikan 2.500 kupon diskon belanja, menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah yang mengalami kekeringan, membagikan 135 bibit tanaman buah dan kehutanan, serta bantuan sosial dari bank bjb.

Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia mengatakan, keberhasilan kegiatan tersebut lahir dari komitmen bersama untuk menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 
Menurutnya, kolaborasi dengan Anggota DPD Alfiansyah Bustami atau Komeng selalu melahirkan gagasan yang berorientasi pada kepentingan publik.

"Yang kita jalankan hari ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi pembuka agar ke depan semakin banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai amanah yang diberikan kepada kami," ujar Lola.

Sementara itu, Komeng menegaskan dirinya lebih berperan sebagai penghubung agar berbagai program pemerintah dapat menjangkau masyarakat di daerah. Ia menyebut keberhasilan pelaksanaan GPM merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk Bapanas dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono menjelaskan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Berdasarkan data Bapanas, inflasi Kota Tasikmalaya pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,72 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,14 persen maupun Jawa Barat yang mencapai 3,08 persen.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menyampaikan antusiasme masyarakat menunjukkan program tersebut memberikan manfaat nyata. Pemkot berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


Editor : Doni Ramdhani