Dedie : Pengalaman Berharga di Magelang, Kepala Daerah Bisa Saling Mengenal dan Dapat Pembekalan dari Menteri-menteri

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Diketahui tujuan utama dari retret ini adalah memperkuat pemahaman dan kesiapan para kepala daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dedie : Pengalaman Berharga di Magelang, Kepala Daerah Bisa Saling Mengenal dan Dapat Pembekalan dari Menteri-menteri

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Diketahui tujuan utama dari retret ini adalah memperkuat pemahaman dan kesiapan para kepala daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Selain itu, retret ini juga bertujuan untuk menyelaraskan program strategis pemerintah pusat dengan visi dan misi di daerah masing-masing.

"Sebuah pengalaman luar biasa yang mungkin tidak dapat diulang lagi. Ya, karena ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo, di mana setiap kepala daerah dikumpulkan dalam satu tempat di Magelang," ungkap Dedie dalam keterangan tertulis pada Minggu 23 Februari 2025.

Dedie menjelaskan, di Magelang ini, semua bisa saling mengenal saling belajar dan tentu saja semua dapat pembelajaran dan pembekalan dari para Menteri Koordinator (Menko), para menteri dan pejabat lainnya.
 
"Alhamdulillah terima kasih. Sebelum mengikuti kegiatan retret, saya telah mempersiapkan beberapa hal, seperti kesiapan fisik dan kesehatan. Karena ini juga menyangkut jadwal yang padat, di mana dalam rundown akan dijadwalkan pemaparan dari menko, menteri dan beberapa kepala badan, termasuk juga kepala-kepala lembaga negara," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, bahwa pentingnya retret ini adalah sebagai forum bagi seluruh kepala daerah untuk saling mengenal satu sama lain.

"Inilah momentum untuk saling mengenal, karena kalau sudah kembali ke daerah masing-masing, mereka akan sibuk dengan urusannya sendiri," terangnya.

Tito menambahkan, bahwa kegiatan retret ini sangat penting bagi kepala daerah agar memiliki bekal yang cukup sebelum menjalani lima tahun masa jabatan.

"Inilah kepentingan bangsa dan untuk kepentingan rakyat masing-masing. Kepala daerah dipilih oleh rakyat, dan mereka harus mempertanggungjawabkan amanah itu kepada rakyat kembali," tambah Tito.

Tito membeberkan, mengenai pengelolaan APBD. Menurutnya, masih banyak pengelolaan APBD yang tidak efisien, di mana terlalu banyak anggaran yang dihabiskan tanpa perencanaan matang, sehingga berdampak pada program-program yang kurang efektif.

"Seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat yang sebenarnya bisa dilakukan secara daring melalui Zoom. Saya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada semua daerah terkait item apa saja yang harus diefisiensikan dan bagaimana caranya. Kemudian, itu akan dimonitor melalui sistem kami dan ditembuskan kepada Mendagri untuk ditindaklanjuti," bebernya.

Tito menegaskan, bahwa target-target pembangunan harus tetap berjalan dan tidak boleh dikorbankan hanya demi efisiensi yang tidak tepat sasaran.

"Tadi saya sampaikan, kepala daerah jangan hanya berpikir untuk menghabiskan anggaran belanja, tetapi juga harus memikirkan bagaimana cara meningkatkan pendapatan. Salah satunya dengan mempermudah usaha bagi sektor swasta dalam negeri dan UMKM. Jika sektor swasta berkembang, maka akan memberikan retribusi pajak kepada daerah yang nantinya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tegasnya.


Editor : Ahmad Sayuti