Dedie Tetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kota Bogor

penetapan status keadaan darurat bencana hidrometeorologi ini menimbang telah terjadinya bencana alam angin, banjir, dan tanah longsor di beberapa titik lokasi di Kota Bogor pada tanggal 2 dan 3 Maret 2025.  

Dedie Tetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kota Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota bogor, Dedie A. Rachim.mengeluarkan surat keputusan Wali Kota Bogor Nomor 300.2/KEP.88-BPBD/2025 tentang penetapan status keadaan darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Bogor pada Selasa 4 Maret 2025 malam.  

Diketahui, penetapan status keadaan darurat bencana hidrometeorologi ini menimbang telah terjadinya bencana alam angin, banjir, dan tanah longsor di beberapa titik lokasi di Kota Bogor pada tanggal 2 dan 3 Maret 2025.  

Sesuai hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, perlu menetapkan Keputusan Wali Kota tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kota Bogor.  

"Dalam putusan itu, menetapkan Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kota Bogor," ungkap Dedie dalam keterangan tertulis pada Rabu 5 Maret 2025.

Dedie melanjutkan, kemudian status keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU ditetapkan selama 30 (tiga puluh) hari, terhitung sejak tanggal 4 Maret 2025 sampai dengan 2 April 2025.

"Status Keadaan Darurat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dapat diakhiri atau diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung kondisi bencana diberbagai titik. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, tercatat 25 kejadian bencana, termasuk tanah longsor dan banjir, yang menyebabkan satu korban jiwa, yakni bayi berusia 11 bulan.

"Total kejadian ada 25 dalam tiga hari terakhir akibat hujan deras. Kami sangat prihatin dan berduka cita atas korban jiwa yang baru saja terjadi tadi malam, seorang bayi berusia 11 bulan," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini mitigasi bencana masih dilakukan melalui himbauan kepada masyarakat oleh para Ketua RT, RW, Camat, dan Lurah agar tetap siaga terhadap potensi bencana susulan. 

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan segera menggelar rapat siaga bencana guna menangani situasi darurat dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Terkait status tanggap darurat, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa hal tersebut bersifat situasional. 

Jenal memastikan bahwa Pemkot Bogor akan terus berupaya melakukan langkah mitigasi yang cepat dan tepat.

"Status tanggap darurat itu situasional, yang lebih penting adalah bagaimana langkah kita di lapangan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, serta dikoordinasikan dengan baik dan efisien. Pemkot Bogor bersama Forkopimda siap siaga dalam menghadapi situasi ini," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Jenal Mutaqin menghimbau warga Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan. 

"Kami meminta seluruh masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap bencana alam," terang Jenal. 

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, Pemkot Bogor akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan maksimal guna melindungi masyarakat.


Editor : Ahmad Sayuti