Demi PPP Bangkit di 2029, Gus Rommy Terbang ke Makassar Bujuk Menteri Amran Jadi Ketum
Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), M. Romahurmuziy, atau yang akrab disapa Gus Rommy, mengungkapkan upayanya yang intens untuk membujuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, agar bersedia maju sebagai calon Ketua Umum PPP pada Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), M. Romahurmuziy, atau yang akrab disapa Gus Rommy, mengungkapkan upayanya yang intens untuk membujuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, agar bersedia maju sebagai calon Ketua Umum PPP pada Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025.
Dalam keterangan pers resmi yang diterima oleh Antara pada Senin (20/5), Gus Rommy mengaku harus terbang langsung ke Makassar untuk melakukan pendekatan pribadi terhadap Amran. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulang kali melakukan komunikasi demi meyakinkan sang menteri.
"Saya butuh berkali-kali meyakinkan beliau (Amran) untuk bersedia maju, sampai saya harus ke Makassar meyakinkan beliau," ujar Gus Rommy seperti dikutip dari ANTARA.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil konkret. Hingga saat ini, Amran Sulaiman belum memberikan jawaban pasti atas tawaran tersebut. Gus Rommy menyebut bahwa alasan utama Amran belum bisa memutuskan adalah karena masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertanian dalam pemerintahan.
"Pak Amran masih wait and see. Murni disebabkan kesibukan beliau yang memiliki beban berat sebagai tulang punggung program kedaulatan pangan pemerintah," jelas Rommy.
Meskipun demikian, Rommy tak ragu menyebut Amran sebagai sosok yang sangat layak memimpin PPP. Ia menyebutkan, selain memiliki latar belakang birokrat yang terbukti sukses di dua era pemerintahan—yakni era Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto—Amran juga merupakan pengusaha yang berhasil membangun kerajaan bisnisnya, meski tidak banyak dipublikasikan.
"Pak Amran adalah seorang pengusaha yang sukses. Hanya kurang publikasi saja atas kesuksesan usahanya," tambah Gus Rommy.
Rommy juga menyinggung kedekatan Amran dengan salah satu tokoh pengusaha besar nasional, Haji Isam. Ia menilai hubungan tersebut justru akan memperkuat potensi PPP dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran Haji Isam tidak serta-merta bertujuan untuk mengambil alih PPP.
"Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun. Karena sebagai pengusaha dengan komunikasi yang luas, beliau berteman dengan seluruh partai," kata Rommy menepis anggapan negatif.
Rommy optimistis bahwa dengan modal ketokohan, pengalaman birokrasi, dukungan sumber daya, dan jejaring luas yang dimiliki Amran, PPP berpeluang besar untuk kembali merebut kursi di Senayan pada Pemilu mendatang.
Meski demikian, ia tetap terbuka dengan kemungkinan tokoh lain yang bisa menjadi kejutan dalam dinamika internal partai ke depan.
"Apakah Pak Amran betul-betul akan menjadi Ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya," pungkas Rommy.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
