Densus 88 Perketat Patroli Siber, Minta Orang Tua dan Sekolah Waspadai Radikalisasi Daring

Densus 88 meningkatkan patroli siber dan menggencarkan penindakan terhadap jaringan rekrutmen radikal yang menyasar anak dan remaja setelah lonjakan keterpaparan ekstrem online di berbagai wilayah, terutama Jawa Barat.

Densus 88 Perketat Patroli Siber, Minta Orang Tua dan Sekolah Waspadai Radikalisasi Daring
Pejabat Informasi dan Data (PID) Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan bahwa penanggulangan kini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran grup tertutup hingga pendampingan psikologis bagi anak yang telah terpapar. (patrolisiber.id))

INILAHKORAN, Bandung - Densus 88 meningkatkan patroli siber dan menggencarkan penindakan terhadap jaringan rekrutmen radikal yang menyasar anak dan remaja setelah lonjakan keterpaparan ekstrem online di berbagai wilayah, terutama Jawa Barat.

Pejabat Informasi dan Data (PID) Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan bahwa penanggulangan kini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran grup tertutup hingga pendampingan psikologis bagi anak yang telah terpapar.

“Pendampingan terhadap anak yang terpapar kami perkuat bersama psikolog dan lembaga perlindungan anak. Tujuannya agar mereka kembali ke lingkungan yang aman,” kata Mayndra, dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu 19 November 2025.

Ia menegaskan, keterlibatan publik sangat diperlukan untuk memutus pola rekrutmen digital yang semakin canggih. 

"Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas digital anak, dan sekolah harus peka terhadap perubahan perilaku. Radikalisasi itu selalu dimulai dari perubahan kecil yang tidak disadari,” ujarnya.

Densus 88 menyebut bahwa era rekrutmen kini telah bergeser dari ruang fisik ke ruang digital yang kompleks. Karena itu, pencegahan hanya akan efektif bila dilakukan secara kolaboratif antara aparat, sekolah, dan keluarga.


Editor : Doni Ramdhani