Dewan Sebut Pengadaan Kartu Ucapan Lebaran Pemborosan
Rencana pengadaan kartu ucapan Idulfitri non tender oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon menuai sorotan dari DPRD. Pasalnya, anggaran sebesar kurang lebih Rp100 juta itu dianggap pemborosan. Disamping itu, tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang tengah digalakkan pemerintah, pusat maupun daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Rencana pengadaan kartu ucapan Idulfitri non tender oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon menuai sorotan dari DPRD. Pasalnya, anggaran sebesar kurang lebih Rp100 juta itu dianggap pemborosan. Disamping itu, tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang tengah digalakkan pemerintah, pusat maupun daerah.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Rohayati. Ia menilai, alokasi anggaran tersebut tidak tepat di tengah kondisi efesiensi keuangan daerah.
Ia pun mempertanyakan urgensi dari pengadaan kartu ucapan tersebut, terlebih dilakukan Bagian Umum. Padahal, semua SKPD sedang melakukan efisiensi anggaran yang tidak diperlukan.
"Semua dinas saat ini sedang mengalami pemangkasan anggaran. Tapi kenapa justru bagian umum mengalokasikan anggaran untuk hal yang tidak prioritas seperti ini," ungkapnya.
Rohayati menjelaskan, meski belum berkomunikasi langsung dengan Sekda untuk mengonfirmasi kebenaran informasi itu, pihaknya menegaskan Komisi I DPRD tidak mendukung pengadaan yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan publik.
"Kami akan dalami dan minta klarifikasi. Tapi intinya, saya sebagai Ketua Komisi I DPRD tidak mendukung anggaran seperti itu," akunya.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyampaikan, anggaran pengadaan kartu ucapan Idul Fitri itu terbagi menjadi beberapa item kartu undangan lainnya dialokasikan untuk satu tahun. Artinya, pengadaan tidak fokus pada ucapan Idul Fitri.
"Anggaran itu dialokasikan untuk kartu undangan hari besar seperti peringatan kemerdekaan 17 Agustus, hari jadi Kabupaten Cirebon, dan kegiatan besar lainnya yang diselenggarakan pemerintah daerah," aku Bupati.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon di kritik warganet. Alih-alih efensensi anggaran, pemerintah daerah justru menggelar pengadaan cetak kartu ucapan idul fitri. Kegiatan non tender itu menelan anggaran Rp102,9 juta.
Unggahan itu masuk dalam beranda group Komunitas Orang Cirebon (KOCI). Screenshot unggahan itu pun menyebar luas di media sosial. Berikut tangkapan layar laman lpse.cirebonkab.go.id. Lengkap, berikut rinciannya. Paket "Belanja Cetak kartu ucapan Idulfitri" nilai Rp102.987.350.
"Lurr... pribe iki lur, jare presiden kon hemat anggaran, barang pemda kab Cirebon pemborosan anggaran, duit dibuang-buang lur. Gawe kartu ucapan selamat Idulfitri jeh sampe 100 juta. Jaman wis canggih jeh ya masih ana kartu ucapan bae. Tinggal ngucap nang ning WA bae kuh. Masalahe mekaya lagi kangelan lur, duit pajak rakyat dinggo kang ora ora," tulis Tochid Hidayah.
Berdasarkan penelusuran di laman lpse.cirebonkab.go.id, pengadaan kartu ucapan idulfitri digelar Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon itu dimenangkan perusahaan Rahayu Sejahtera Jaya Bersama, dengan nilai penawaran Rp102.053.200.
Sementara itu, Kabag Umum Setda Kabupaten Cirebon Sunanto membenarkan adanya kegiatan pengadaan kartu ucapan idul Fitri. Namun, alangkah baiknya dipelajari terlebih dahulu sebelum mengkritisi.
"Kita tidak antikritik. Tapi sebaiknya dipelajari secara keseluruhan. Tanya dulu. Jangan langsung diviralkan," katanya.
Nanto - sapaan akrab Sunanto menjelaskan bahwa pengadaan itu untuk satu tahun. Yang didalamnya ada undangan hari jadi kabupaten Cirebon, rapat-rapat tertentu dan undangan lainnya.
Editor : Doni Ramdhani

