Dewan Sidak Proyek Cibinong City A Beautiful, Keluhkan Kualitas Pekerjaan

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dibuat kecewa saat inspeksi mendadak proyek Cibinong City A Beutiful. Gara-gara apa?

Dewan Sidak Proyek Cibinong City A Beautiful, Keluhkan Kualitas Pekerjaan
Para anggota DPRD Kabupaten Bogor melakukan inspeksi proyek Cibinong City A Beautiful.
INILAHKORAN, Bogor-Usai melakukan rapat evaluasi LKPJ Bupati Bogor Ade Yasin, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor langsung melakukan inspeksi mendadak ke proyek Cibinong City A Beautiful.
 
Para wakil rakyat tersebut tidak hanya bicara kuantitas pekerjaan karena baik DPU-PR, DPKPP dan Dishub, 90 persen telah menyelesaikan proyek tersebut, tetapi dari segi kualitas pekerjaan masih terbilang kurang.
 
"Kami akui kalau dari segi kuantitas pekerjaan proyek Cibinong City A Beautiful, 90 persen lebih sudah terlaksana baik oleh DPU-PR, DPKPP dan Dishub. Namun dari segi kualitas itu kurang karena banyak tiang listrik, kabel, PKL dan parkiran mobil di pedestrian hingga masyarakat tidak bisa menikmati fasilitas atau sarana prasarana tersebut," kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin 11 April 2022.
 
 
Rudy Susmanto menambahkan sesuai penuturan Kepala Desa Cijujung Wahyu Ardianto mengatakan akibat jembatan yang tak terurus di Jalan Raya Kandang Roda-Sentul, sudah tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menabrak jembatan tersebut.
 
"Sudah tujuh orang meninggal dunia karena kendaraannya menabrak jembatan, dimana di lokasi tidak ada lampu penerangan jalan umum. Hal tersebut harus menjadi evaluasi Dishub," tambah Rudy Susmanto.
 
Wakil Sekjend DPP Partai Gerindra ini juga mempertanyakan personil park ranger di lokasi, padahal, di APBD tahun 2022, Pemkab Bogor sudah menyiapkan anggarannya.
 
 
"Anggaran untuk honor atau gaji Park Ranger sudah disiapkan, tetapi personil Park Ranger tidak kelihatan hingga banyak PKL, parkiran mobil di pedestrian," tuturnya.
 
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Andi Permana  menambahkan di Tugu Panca Karsa dan lainnya ada sedikit kerusakan, ia mengingatkan agar penyedia jasa harus bertanggung jawab memperbaiki kerusakan tersebut.
 
"Di Tugu Panca Karsa, ada beberapa bagian yang mulai rusak. DPKPP harus meminta penyedia jasa memperbaikiinya, mumpung masih dalam masa perawatan. Kami kurang puas akan kualitas pekerjaan," tambah Andi Permana.
 
 
Agar angggaran pembangunan berjalan baik dari segi kuantitas dan kualitas, DPRD Kabupaten Bogor akan melakukan monitoring secara rutin. 
 
"Monitoring yang kami lakukan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan laporan pertanggung jawaban," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
 
 
 


Editor : inilahkoran