Di Era Lukman Hakim, Kemenag Produksi 1,5 Juta Mushaf Alquran

Unit Percetakan Alquran (UPQ) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia merilis mushaf Alquran dan terjemahnya.

Di Era Lukman Hakim, Kemenag Produksi 1,5 Juta Mushaf Alquran
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Ciawi - Unit Percetakan Alquran (UPQ) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia merilis mushaf Alquran dan terjemahnya.

Peluncuran mushaf A-Quran ayat pojok, juz amma dan surah yasin, ini dihadiri langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (17/10/2019).

Sejak diluncurkan perdana pengoperasian UPQ pada tiga tahun lalu tepatnya 26 Oktober 2016, keberadaan UPQ terus mengalami perkembangan baik dari sisi manajerial, regulasi, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. 

UPQ pada tahun 2016  mencetak 35.000 eksemplar mushaf Alquran, 2017 mencetak 120.000 eksemplar mushaf Al-Quran ,2018 mencetak 430.000 eksemplar mushaf Alquran dan tahun 2019 1.000.000 eksemplar mushaf Al-Quran hingga totalnya berjumlah 1.585.000 eksemplar mushaf Alquran. 

Pada tahun 2016 - 2018, ratusan ribu atau 585.000 mushaf Al-Quran ini dibagikan gratis sebanyak 23.140 ke kantor wilayah Kementerian Agama di seluruh Indonesia dan 323.724 mushaf Alqran lainnya dibagikan ke masyarakat umum, yayasan, lembaga pendidikan maupun organisasi Islam.

"Dulu mesin-mesin percetakan kita tidak bisa beroperasi, besinya berkarat, gedung pun kumuh hingga UPQ ini sangat memprihatinkan lalu kita punya kekuatan hingga tahun 2016 hingga saat ini Kementerian Agama bisa memproduksi 1.585.000 mushaf Alquran," ucap Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan, (17/10).

Politisi PPP ini menambahkan UPQ ini adalah peninggalan para pendahulu, guru dan ulama hingga menjadi tanggung jawab kita untuk melestarikannya untuk generasi muslim di masa mendatang.

"Ini bentuk kehormatan dan kemuliaan karena kita mampu  bertugas dalam mengurusi atau memproduksi mushaf Alquran yang merupakan kitab suci agama Islam yang jumlah penganutnya terbesar di Indonesia, warisan pendahulu, guru dan ulama ini harus kita peliahara dan jaga sebaik-sebaiknya," tambahnya.

Lukman menjelaskan hari ini juga menjadi bukti bahwa lita tidak hanya mampu memelihara dan menjaga UPQ, tetapi juga mengembangkan karena kita sudah bisa memproduksi mushaf Alquran ayat pojok, juz amma dan surah yasin.

"UPQ telah berkembang  tidak hanya bisa  mengembangkan karena kita sudah bisa memproduksi mushaf Al-Quran ayat pojok, juz amma dan surah yasin tetapi juga sudah mencetak pesanan mushal Al-Quran yang biayanya bukan dari Anggaran Pendapatan Biaya Negara (APBN) tetapi masyarakat atau swasta hingga menjadi Pendapatan Negara Nukan Pajak  (PNBP)," jelas Lukman. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat