Di Helaran, Bima Arya Ikut Menari Papua
Helaran Seni Budaya yang menjadi puncak Hari Jadi Bogor (HJB) berlangsung meriah dengan suguhan baju adat dan tari-tarian Nusantara, Minggu (30/6/2019). Selain kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang paling menarik perhatian, Wali Kota Bogor Bima Arya turun dari panggung dan ikut dalam iringan peserta tarian dari Papua hasil kreasi Kecamatan Bogor Utara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Helaran Seni Budaya yang menjadi puncak Hari Jadi Bogor (HJB) berlangsung meriah dengan suguhan baju adat dan tari-tarian Nusantara, Minggu (30/6/2019). Selain kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang paling menarik perhatian, Wali Kota Bogor Bima Arya turun dari panggung dan ikut dalam iringan peserta tarian dari Papua hasil kreasi Kecamatan Bogor Utara.
Dalam helaran ini, diikuti 1.000 orang dari 48 grup yang berasal dari instansi, sanggar, dan komunitas, termasuk dari kota dan kabupaten di Jawa Barat. Iring-iringan berangkat dari Balai Kota hingga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. Pawai diawali penampilan drum band, diikuti Purna Paskibraka Indonesia (PPI), komunitas runners (pelari), iring-iringan pencak silat, sanggar Citra Budaya dan pasukan Baraya Kujang Pajajaran.
Bima Arya mengatakan, pihaknya memulai format baru dengan nuanasa nusantara. Selama ini helaran kental dengan budaya Sunda. Dirinya pun mengundang secara khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bergembira bersama warga Kota Bogor.
"Ini menggambarkan kerja sama dan hubungan yang erat antara Bogor dan Jakarta. Kami pun membuat format baru tata letak panggung setara festival internasional. Helaran dikemas dengan nuansa Nusantara karena saya ingin acara ini menyejukkan suasana kebatinan rakyat Indonesia, apalagi kedatangan Mas Anies ada simbol yang kuat bahwa apapun pilihannya dimana pun partainya, kami tidak memutus persahabatan," ungkap Bima.
Bima melanjutkan, 537 tahun itu waktu yang lama untuk memelihara kebersamaan, merawat tradisi kebersamaan, sebagai simbol Bogor milik semua.
“Papua juga ternyata banyak yang tinggal di Bogor. Tadi juga ikut menari Bersama,” jelasnya.
Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat mengatakan, rombongannya menonjolkan seni budaya tari dan pakaian Papua. Kebetulan komunitas warga Papua di Kota Bogor, banyak tiinggal di Bogor Utara.
"Untuk alat pendukung tari, kami meminjam langsung ke anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Misalnya ada alat kendang, panah, dan lainnya. Sisanya swadaya dari teman Papua untuk memeriahkan," ungkapnya.
Rahmat melanjutkan, ada 30 penari asli Papua dengan pendamping sebanyak 20 orang. (Rizki Mauludi)
Editor : DeryFG

