Di Jonggol dan Cariu, Petani Terancam Rugi Rp 3,2 Miliar

Sebanyak 600 hektare sawah di Kecamatan Jonggol dan Cariu Kabupaten Bogor sudah terdampak musim kemarau (kekeringan). Para petaniterancam rugi hingga Rp 3,2 miliar. 

Di Jonggol dan Cariu, Petani Terancam Rugi Rp 3,2 Miliar
Sebanyak 600 hektare sawah di Kecamatan Jonggol dan Cariu Kabupaten Bogor sudah terdampak musim kemarau. (Reza Zurifwan)

INILAH, Jonggol- Sebanyak 600 hektare sawah di Kecamatan Jonggol dan Cariu Kabupaten Bogor sudah terdampak musim kemarau (kekeringan). Para petaniterancam rugi hingga Rp 3,2 miliar. 

"Di Jonggol dan Cariu itu 600 hektare sawah sudah kekeringan kalau hingga satu atauvdua bulan kedepan tidak ada hujan maka ini bisa fuso atau gagal panen dengan kerugian sekitar Rp 3,2 miliar," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Senin (1/7/2019).

Ia mengaku kesulitan memberikan bantuan pengadaan air. Pasalnya, lokasi sawah tersebut jauh dari sumber air.

"Sumber air terdekat itu lebih dari 2 Km lebih dan pada tahun 2015 lalu dilokasi yang sama juga terjadi fuso atau gagal panen. Kepada sawah yang rawan kekeringan seperti ini kami menerapkan  pergiliran tanam komoditi non padi dan juga mengikutsertakan mereka dalam asuransi hingga kerugiannya bisa ditekan sekecil mungkin," terangnya.

Data 600 hektare sawah di Kabupaten Bogor yang terancam gagal panen melengkapi data sawah di Provinsi Jawa Barat yang rawan gagal panen (8.664 hektare) karena alasan serupa.

Selain Kabupaten Bogor, bagian Utara Jawa Barat seperti Majalengka, Indramayu, dan Cirebon merupakan daerah paling terkena dampak bencana kekeringan. Sawah-sawah yang mengalami kekeringan tersebut merupakan typikal sawah tadah hujan atau non irigasi.

"Sawah yang mengalami bencama kekeringan itu karena typikal sawah tadah hujan dan kalau mau diubah menjadi sawah irigasi itu agak sulit," jelas Nuriyanti.

Ia melanjutkan kekeringan sawah di Jonggol dan Cariu tidak mempengaruhi produksi beras Carita Makmur yang dijual langsung kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor karena produksinya yang mencapai 360.000 ton  pertahun sementara kebutuhannya 75 ton perbulan

"Pasokan beras Carita Makmur masih aman karena kita masih dapat pasokan dari daerah penghasil beras seperti Sukamakmur, Tanjungsari, Dramaga, Tamansari, Pamijahan, Leuwilsadeng, Tenjolaya, Cigombong, Cijeruk, Caringin dan lainnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat