Di MAN 1 Kota Tasikmalaya, Ajang Suhendar Sebut Bullying Bukan Candaan

Upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi perhatian dalam upacara bendera di MAN 1 Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2026). 

Di MAN 1 Kota Tasikmalaya, Ajang Suhendar Sebut Bullying Bukan Candaan
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Kompol Ajang Suhendar saat menjadi komandan upacara di MAN 1 Kota Tasikmalaya. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi perhatian dalam upacara bendera di MAN 1 Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2026). 

Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Kompol Ajang Suhendar mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap tindakan bullying sebagai hal yang lumrah atau sekadar bahan bercanda.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kompol Ajang Suhendar menyampaikan ucapan maupun tindakan yang merendahkan orang lain dapat meninggalkan dampak psikologis yang berkepanjangan bagi korban.

"Jangan pernah menganggap bullying sebagai sekadar candaan. Ucapan maupun tindakan yang dianggap sepele bisa meninggalkan luka dan trauma mendalam bagi orang lain. Jika ada teman yang berbuat salah, ingatkan dengan cara yang bijak, dan bantu teman yang mengalami kesulitan sebagai bentuk kepedulian," tegas Ajang di hadapan ratusan siswa.

Selain mengajak siswa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai, Ajang menekankan pentingnya membangun karakter melalui kedisiplinan. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau bakat, tetapi juga oleh kemampuan menjalankan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

"Kedisiplinan merupakan faktor utama yang membedakan seseorang dalam meraih kesuksesan, bukan semata-mata karena kecerdasan atau bakat. Di lingkungan Brimob, disiplin menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas, pembentukan karakter, dan membangun kepercayaan," ujarnya.

Dia juga mengimbau para pelajar untuk membiasakan diri menghargai waktu, menaati aturan, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan. Di samping prestasi akademik, siswa diminta terus memperkuat akhlakul karimah dan mengamalkan nilai-nilai agama yang membawa kedamaian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 1 Kota Tasikmalaya Hasan Sanusi, Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Jabar Asep Rizal Asyari, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Hasan menyambut baik kehadiran Satbrimob Polda Jabar di sekolahnya. Menurutnya, kolaborasi dengan aparat kepolisian dapat memperkuat pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan.


Editor : Doni Ramdhani