Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Festival 7 KAIH, Persiapkan Karakter Siswa

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya menggelar Festival Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Gedung Graha Nanjung, Cintaraja, Kecamatan Singaparna.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Festival 7 KAIH, Persiapkan Karakter Siswa
Peserta didik jenjang SD se-Kabupaten Tasikmalaya saat mengikuti Festival Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). (n nurohman)

​INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Festival Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Gedung Graha Nanjung, Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Rabu (4/11/2026).

​Kegiatan yang ditujukan bagi peserta didik jenjang SD se-Kabupaten Tasikmalaya itu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menanamkan serta memantau pola hidup positif anak, baik di lingkungan sekolah maupun rumah.

​Festival tersebut merujuk pada program nasional yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Adapun 7 kebiasaan yang ditanamkan meliputi bangun pagi, rajin beribadah, rutin berolahraga, gemar belajar, makan makanan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat.

​Acara dibuka Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Dede Martini, serta dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dedi Kurniawan, beserta jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud.

​Dede menyampaikan, penerapan 7 KAIH sejatinya menyasar jenjang SD dan SMP secara berjenjang. Namun, pelaksanaan kali ini lebih menekankan pada peningkatan kualitas pembiasaan harian, salah satunya terkait mitigasi penggunaan gawai (gadget) pada anak.

​"Penggunaan gadget atau HP saat ini sangat mempengaruhi jam tidur anak menjadi terlambat. Oleh karena itu, guru berperan penting sebagai motivator untuk terus mengingatkan siswa agar konsisten menerapkan tujuh kebiasaan ini," ujar Dede.

​Dia berharap program penanaman karakter ini tidak hanya menjadi kegiatan seremoni semata, melainkan dapat berjalan secara berkelanjutan demi membentuk kedisiplinan dan nilai positif pada anak.

​"Harapan saya atas nama Kadisdikbud Kabupaten Tasikmalaya, program ini bisa berjalan terus-menerus. Ada perubahan sikap atau karakter anak agar mereka lebih menghargai waktu dan disiplin terhadap kebiasaan-kebiasaan baik," pungkasnya.

​Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dedi Kurniawan menyambut positif penguatan program KAIH di tingkat SD. Menurutnya, fondasi karakter anak usia dini hingga SD merupakan kunci utama keberhasilan penyiapan sumber daya manusia menjelang Indonesia Emas 2045.

​"Cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 itu tidak mudah. Anak-anak usia SD dan PAUD hari ini adalah mereka yang akan memegang tampuk kepemimpinan pada 2045 kelak, di mana usia kepemimpinan bergeser ke generasi muda sekitar 30 hingga 40 tahun. Maka pendidikan dasar ini menjadi sangat penting," tegas Dedi.

​Dedi menilai nilai-nilai yang terkandung dalam 7 KAIH sejalan dengan ajaran kebiasaan baik dalam Islam, seperti tidur lebih awal, bangun lebih cepat, dan rajin beribadah. Ia pun mendorong agar implementasi program ini dapat diperkuat melalui payung hukum daerah.

​"Kalau ini terus dikawal, digenjot, bahkan jika memungkinkan dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup), ini akan mendorong lahirnya anak-anak yang berkarakter kuat," tambahnya.

​Terkait fungsi pengawasan, Dedi menegaskan legislatif akan terus mendampingi dan memantau realisasi program di lapangan secara berkala.

​"Program ini sebenarnya sudah berjalan di sekolah. Dari komisi empat, kami siap memantau langsung ke lapangan, khususnya bagaimana perkembangan karakter anak dalam beribadah dan bermasyarakat. Saat ini sarana dan fasilitas sekolah sedang direvitalisasi, tinggal muatan pembiasaan karakter seperti ini yang perlu kita kontrol dan dukung bersama," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani