Di Tengah Deru Bencana, Tangan Hangat Seorang Perawat dari Cililin Kembali Bangun Harapan Warga Aceh Tamiang
Berkibarnya warna merah putih pada seragam kesehatan yang dikenakan Agus Nurjaman seolah menjadi janji tak terucapkan, di tengah lautan kesusahan yang menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang akan ada cahaya pelayanan yang tidak pernah padam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Berkibarnya warna merah putih pada seragam kesehatan yang dikenakan Agus Nurjaman seolah menjadi janji tak terucapkan, di tengah lautan kesusahan yang menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang akan ada cahaya pelayanan yang tidak pernah padam.
Di kaki perbukitan yang menyambut hari dengan embun dingin, RSUD CIlilin berdiri tegak sebagai benteng kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Dari sanalah, seorang putra daerah bernama Agus Nurjaman mengangkat kaki menuju tanah Aceh yang baru saja digoncang oleh amukan hidrometeorologi.
Sebagai bagian dari Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 yang dimobilisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, ia siap menghadapi 14 hari penuh tantangan untuk membangun kembali jembatan harapan bagi mereka yang terdampak.
"Sebagai insan kesehatan saya tergerak untuk memberikan pelayanan kesehatan. Ini murni kemanusiaan," ucapnya.
Tak hanya jasmani yang ia siapkan dengan cermat, melainkan juga kekuatan batin yang kokoh, menyadari bahwa di wilayah bencana, setiap detik penuh dengan ketidakpastian yang tak bisa diramalkan.
"Sekarang kita hanya menonton lewat media sosial, tapi tidak ada yang bisa menjamin besok kita tidak berada di posisi yang sama," lanjutnya, mengingatkan bahwa musibah tak mengenal batas wilayah atau kedudukan.
Tak sendirian ia berjalan. Sebanyak 200 relawan kesehatan dari pelosok nusantara bergabung dalam gelombang solidaritas ini, dengan profesi yang beragam mulai dari dokter hingga perawat, dari apoteker hingga bidan, semua bersatu untuk menyebarkan cahaya kesehatan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Takengon, dan Gayo Lues.
Mereka merupak interpretais tentara tanpa senjata, yang membawa hanya alat kesehatan dan hati yang penuh kasih.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar menilai, partisipasi Agus sebagai bagian dari perjalanan besar menuju transformasi sistem kesehatan nasional.
"Salah satu tujuan transformasi tersebut adalah membangun sistem ketahanan kesehatan yang tangguh, termasuk penguatan penanganan bencana dan kedaruratan kesehatan," kata Lia, Sabtu 10 Januari 2026.
Lia menjelaskan, program Tenaga Cadangan Kesehatan sendiri menjadi terobosan emas yang dirancang Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa saat krisis datang, tak ada masyarakat yang dibiarkan terlantar.
"Alhamdulillah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dapat berpartisipasi melalui penugasan salah satu perawat RSUD Cililin, Kang Agus Nurjaman," ucapnya.
Lia berharap, setiap sentuhan pelayanan yang diberikan Agus akan menjadi batu loncatan bagi pemulihan masyarakat Aceh Tamiang, membawa mereka kembali ke jalan kehidupan yang penuh warna.
Editor : Doni Ramdhani

