Di Tengah Masalah Kesehatan dan Kekerasan, Zhao Lusi Mendapat 10.000 Serangan Online dalam Seminggu
Zhao Lusi harus menghadapi 10.000 serangan secara online di tengah kondisi kesehatan yang memburuk dan tuduhan kekerasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, Zhao Lusi telah menjadi pusat perhatian publik setelah mengaku berjuang melawan depresi selama lima tahun.
Tidak hanya depresi, Zhao Lusi juga mengalami Kekerasan dari mantan bos atau mantan manajernya sejak tahun 2019.
Dan Zhao Lusi saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan kesehatannya yang tiba-tiba Memburuk.
Situasi Zhao Lusi juga disebutkan telah memicu diskusi luas di berbagai platform media sosial.
Hanya dalam waktu satu minggu, hampir 250 topik yang menjadi tren tentangnya muncul di Weibo.
Sementara banyak unggahan yang mengungkapkan simpati dan rasa ingin tahu, terutama setelah Zhao Lusi mengungkapkan bahwa dia telah diserang pada usia 21 tahun, unggahan lainnya bersifat jahat, mengejek, dan mengkritik.
Beberapa kritikus menuduh Zhao Lusi memanfaatkan penyakitnya untuk mendapatkan perhatian.
Mereka berspekulasi bahwa pengungkapan publiknya tentang kesehatannya dan konflik dengan perusahaan manajemennya merupakan langkah yang diperhitungkan.
Mereka menuduh bahwa Zhao Lusi bertujuan untuk berhenti syuting dan keluar dari agensinya saat ini tanpa dikenakan hukuman pemutusan hubungan kerja.
Statistik menunjukkan bahwa Zhao Lusi menghadapi hingga 10.000 postingan yang mengandung fitnah dalam satu minggu.
Sebagai tanggapan, tim manajemen Weibo turun tangan dan menghapus sejumlah akun yang melanggar peraturan platform tentang perilaku daring.
Masalah Kesehatan Zhao Lusi pertama kali mendapat perhatian pada tanggal 28 Desember 2024, setelah tersiar kabar bahwa dia menderita stroke dan dirawat di rumah sakit.
Aktris tersebut kemudian mengonfirmasi penyakitnya, dengan mengungkapkan bahwa dia telah berjuang melawan depresi selama lima tahun.
Akumulasi stres telah memengaruhi Kesehatan mental dan fisiknya, yang menyebabkan dia pingsan di lokasi syuting dan dirawat di rumah sakit pada tanggal 18 Desember 2024.
Foto yang diambil oleh penggemar memperlihatkan Zhao Lusi di kursi roda, tampak lemah, bungkuk, pucat, dan membutuhkan bantuan oksigen. Gambar tersebut mengundang simpati luas atas kondisinya.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Zhao Lusi merilis surat terbuka yang mengungkapkan bahwa setelah menjadi terkenal lewat 'The Romance of Tiger and Rose', dia memutuskan kontrak dengan mantan agensinya.
Namun, mantan manajernya terus melecehkannya, menyebarkan rumor yang merusak tentang dirinya yang arogan, tidak berpendidikan, dan manipulatif, sehingga mencoreng reputasinya di industri hiburan.
Mantan manajer itu juga meminta sejumlah besar uang tutup mulut. Bahkan setelah menerima pembayaran, mereka terus mencemarkan nama baik Zhao Lusi, membuatnya sangat terluka dan tidak mampu melawan.
Perselisihan ini menyebabkan Zhao Lusi mengalami depresi ringan, yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati karena jadwalnya yang padat.
Selama bertahun-tahun, dia menghadapi kesulitan tambahan, termasuk pengawasan publik, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pendengaran sementara, alergi parah, pembengkakan, dan nyeri sendi.
Tantangan ini membuatnya lemah secara fisik, sementara depresinya yang semakin parah akhirnya menyebabkannya mengalami gangguan jiwa.***
Editor : Irma Nurfajri


