Didi Turmudzi: Gedung Baru Wujud Karakter Pantang Menyerah Paguyuban Pasundan
SMA Pasundan 7 Kota Bandung membangun gedung baru sebagai ciri khas akan tanah Pasundan sehingga generasi muda tetap mengenal jati dirinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - SMA Pasundan 7 Kota Bandung membangun gedung baru sebagai ciri khas akan tanah Pasundan, sehingga generasi muda tetap mengenal jati diri sebagai bagian dari Jawa Barat.
Ketua Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, pembangunan ini merupakan simbolisme dalam membangun kembali kejayaan Pasundan masa lalu. Sehingga, nanti bangunan-bangunan Pasundan kedepan itu punya warna dan ciri khas tersendiri, yang juga akan diikuti dengan keseriusan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) dilingkungan Paguyuban Pasundan.
"Karena kalau dilihat dari kesejarahan, 1922 itu lahir lembaga Pasundan, dan sampai saat ini artinya sudah 90 sekian tahun berdiri, oleh karena itu saat itu refleksi terhadap pengembangan dan pengelolaan Pasundan kedepan," ujar Didi Turmudzi, saat meresmikan Gedung Pasundan 7 Bandung, Jalan Kebon Jati, Senin 27 September 2021.
Dia mengungkapkan, ke depan banyak yang harus dilakukan terutama terkait masalah kurikulum. Kenapa demikian harus ada perubahan, karena betapa pentingnya saat ini ketika persaingan itu ketat dan jahat, jangan-jangan nanti anak-anak Pasundan atau warga Sunda hanya tinggal ada cerita atau sejarah.
"Oleh karena itu, betapa pentingnya membangun karakter pantang menyerah, karakter pemberani, bertanggung jawab, dan adaptasi dan berkomunikasi unggul, maka itulah salah satu bisa mengarungi hidup yang lebih susah dimasa yang akan datang," ucapnya.
Terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, kata Didi Turmudzi mengatakan, bahwa sekolah Pasundan sudah dilaksanakan PTM terbatas dari 8 September 2021. Pihak sekolah harus berhati-hati dalam melaksanakan PTM terbatas ini dan sesuai anjuran dari Kemenristek.
"Tapi juga dalam pelaksanaannya itu tidak semuanya, bertahap, tergantung kondisi persiapan dari sekolah-sekolah yang ada di tiap-tiap daerah," katanya.
Didi Turmudzi menyebutkan, ada 25 persen sekolah Pasundan melaksanakan PTM terbatas. Karena, harus ada persiapan seperti ditingkat SD dan SMP itu kan jauh lebih susah, dibandingkan anak-anak yang lainnya.
"Oleh karena itu kami tidak terlalu tergesa-gesa terlebih ada opini gelombang ke tiga yang memang harus di waspadai," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan Dadang Mulyana menambahkan pihaknya merancang strategi dalam langkah untuk merealisasikan pembangunan gedung itu semua. Salah satu diantaranya, adalah penyediaan infrastruktur yang berorientasi pada upaya peningkatan, terutama layanan terhadap siswa dalam proses pembelajaran, terhadap guru dalam mengajar, termasuk terhadap teknik dalam membantu tugas-tugas administrasi pendidikan.
"Ini menjadi sangat penting karena, sehebat apapun SDM yang dimiliki sekolah-sekolah Pasundan, jika tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai, saya kira itu hanya omong kosong," ujar Dadang Mulyana.
Maka dari itu, pihaknya akan membangun sarana dan prasarana secara bertahap dan lebih memfokoskan pada upaya pembangunan yang berhubungan dengan upaya pelayanan.
"Jadi, ini desainnya bukan desain hotel, rancangannya bukan rancangan seperti daerah wisata, tapi lebih kepada upaya pemenuhan dan memberi kemudahan dan ketenangan siswa dalam belajar," imbuhnya.
Sebut saja ruang kelas harus menjadi penopang dalam belajar lebih nyaman, kesediaan laboratorium, kesediaan labolororium IT, kesediaan halaman yang dirancang agar mereka di waktu-waktu ruang bisa dimanfaatkan untuk belajar.
"Itulah salah satu langkah YPDM dalam mengembalikan kejayaan pendidikan masa lampau. Insya Allah Pasundan akan seperti itu, membangun infrastuktur sesuai dengan kemampuan YPDM," pungkas Dadang Mulyana. (okky adiana)
Editor : inilahkoran

