Didorong MBG dan Koperasi Merah Putih, BPD HIPMI Jabar Optimistis Laju Ekonomi 2026

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama menyambut positif catatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar di 2025 yang mencapai 5,32 persen.

Didorong MBG dan Koperasi Merah Putih, BPD HIPMI Jabar Optimistis Laju Ekonomi 2026

INILAHKORAN.ID - Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama menyambut positif catatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar di 2025 yang mencapai 5,32 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 4,95 persen.

Menatap 2026, Radityo optimistis angka tersebut akan kembali terdongkrak, meski pemerintah tengah melakukan efisiensi dalam belanja.

Sebab, ada beberapa lini yang dapat dimaksimalkan, khususnya di Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Mengingat kata Radityo, dua lini tersebut bakal dioptimalkan secara penuh oleh UMKM, yang mana menurutnya selama ini sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian di daerah.

"Karena kalau kita lihat, perekonomian di Indonesia ini kan yang menjadi fondasi adalah UMKM," ujar Radityo usai pelantikan bersama Badan Semi Otonom BPD HIPMI Jabar di Kantor DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu 7 Februari 2026.

Belum lagi kepiawaian Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dinilainya mampu mengorkestrasi keseimbangan perekonomian di Jawa Barat meski terjadi keterbatasan fiskal buntut dipangkasnya dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

"Saya yakin, apalagi di bawah kemampuan Pak Gubernur ya. Mungkin contoh ya, beberapa yang terdampak ini di sektor pertambangan, karena ada kebijakan Pak Gubernur. Tapi kan di sektor lain, di bidang hilirisasi pangan juga berjalan. Belum lagi di sektor perdagangan, jasa juga ini berjalan," ucapnya.

Maka dari itu, dia meyakini LPE Jabar di 2026 terkatrol 2 persen terbilang realistis dan BPD HIPMI Jabar lanjut Radityo, juga akan turut mengkaji kans tersebut, lini mana saja yang bisa dioptimalkan dalam mendongkrak LPE Jawa Barat.

"2 persen, In syaa Allah itu realistis harusnya. Tapi nanti akan kita kaji juga, di sini ada Basnom kajian strategis, belum kita matengin secara betul, terus pada awal tahun ini kita lihat refleksi 2025 seperti apa, 2026 akan kita coba prediksi sama-sama," katanya.

Soal dinamika geopolitik global, Radityo menegaskan sejatinya tidak akan berpengaruh besar di nasional. Sebab kembali lagi kata dia, ada UMKM yang memang menjadi penopang perekonomian.

"Kita ini kan dari tahun ke tahun itu adalah perdagangan di internal. Domestik kita ini kan kuat. Nah apalagi sekarang yang sedang didorong oleh presiden kita, terkait dengan kedaulatan bangsa. Jadi kalau dengan adanya perang geopolitik ada dampak? Insya Allah mungkin tidak terlalu terasa," ucapnya.

Menyokong pertumbuhan ekonomi, BPD HIPMI Jabar berupaya melakukan penguatan dalam sinergi pelaku usaha lintas sektor guna beradaptasi terhadap dinamika kebijakan dan situasi pasar.

Salah satunya dengan penguatan melalui Badan Semi Otonom (Basnom) BPD HIPMI Jabar yang baru saja dikukuhkan, untuk mengokohkan ekosistem kewirausahaan di daerah.

Pengukuhan ini dinilai Radityo sebagai strategi BPD HIPMI Jabar, dalam merespons dinamika Ekonomi 2026 yang diprediksi penuh tantangan.

Beberapa bidang seperti HIPMI Syariah, HIPMI Tax Center, HIPMI Institute, HIPMI Kajian Strategis, HIPMI Culinary, HIPMI Otomotif, HIPMI Peguruan Tinggi, HIPMI Padel, serta HIPMI Pasar Modal dan IPO dibentuk guna mempertajam program BPD HIPMI Jawa Barat.

"Karena lebih spesifik sesuai dengan bidangnya. Ini kan fokus, tematik dari Basnom ini. Dia punya wawenang untuk melakukan kegiatan, membuat program, kemudian merekrut anggota, sehingga bisa membantu mengaktualisasi program-program ke depannya," paparnya.***


Editor : JakaPermana