Diduga Ditemukan Serpihan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Maros, Kebenarannya Masih Diverifikasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Informasi mengenai dugaan penemuan serpihan pesawat yang diduga berkaitan dengan pesawat ATR 42 milik Indonesia Air Transport (IAT) mulai beredar luas di media sosial pada Sabtu (17/1).
Serpihan tersebut disebut-sebut ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Informasi awal ini mencuat melalui unggahan akun media sosial X, @heraloabss yang menyebutkan adanya sejumlah benda yang diduga bagian dari pesawat, tidak lama setelah pesawat ATR 42 rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Beredar Foto Dugaan Serpihan di Lokasi Pegunungan
Dalam unggahan tersebut turut ditampilkan beberapa foto yang memperlihatkan material menyerupai bagian pesawat, termasuk lembaran logam dan dokumen yang diduga berasal dari dalam kabin. Lokasi penemuan diklaim berada di kawasan pegunungan Bulusaraung, wilayah yang memiliki medan terjal dan sulit dijangkau.
Meski demikian, pengunggah informasi secara tegas menyertakan disclaimer bahwa kebenaran temuan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, Basarnas maupun otoritas penerbangan belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebenaran penemuan serpihan pesawat di lokasi tersebut. Tim SAR gabungan diketahui masih terus melakukan pencarian intensif di wilayah Maros dan sekitarnya sejak laporan hilangnya kontak pesawat diterima.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh instansi terkait.
Operasi SAR Masih Berlangsung
Seperti diketahui, pesawat ATR 42 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Area pegunungan di Kabupaten Maros menjadi salah satu fokus utama pencarian karena merupakan jalur lintasan terakhir pesawat.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan udara, dengan tantangan utama berupa kondisi geografis dan cuaca di wilayah pegunungan.
Editor : Firda Rachmawati

