Diduga Jadi Lokasi Pembuangan Limbah Industri, DLH Bogor Awasi Perumahan Ini
DLH Kabupaten Bogor akan membentuk tim dan melakukan pengawasan di malam hari terkait dugaan pembuangan limbah di Sungai Cileungsi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Gunung Putri - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor akan membentuk tim dan melakukan pengawasan di malam hari terkait dugaan pembuangan limbah di Sungai Cileungsi.
Salah satu titik yang bakal menjadi sorotan DLH Kabupaten Bogor terkait dugaan pembuangan limbah di Sungai Cileungsi ialah di sekitar Perumahan Vila Nusa Indah V, Desa Ciangsana, Gunung Putri dan di Curug Ciparigi.
"DLH Kabupaten Bogor akan membentuk tim dari internal, nantinya kami akan melakukan pengawasan atau monitoring di Sungai Cileungsi, terutama di sekitar Perumahan Vila Nusa Indah V, dan di Curug Ciparigi Desa Ciangsana, Gunung Putri pada malam hari," ucap Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Bogor Uli Sinaga kepada wartawan, Minggu, 27 Maret 2022.
Baca Juga: Hebat! Bupati Cirebon Sawer BMW Pada Puluhan Warga Cirebon
Uli menambahkan, langkah pembentukan tim dan melakukan pengawasan pada malam hari, karena oknum pembuang limbah melakukan aksinya pada malam hari ke Sungai Cileungsi.
"Sesuai laporan masyarakat Perumahan Vila Nusa Indah V yang sedang sholat isya berjamaah, dugaan pembuangan limbah oleh oknum karyawan pabrik dilakukan Kamis malam, (24/03) lalu sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, oleh karena itu, tim akan melakukan pengawasan di malam hari, karena ketika Jumat pagi kami uji air Sungai Cileungsi, air yang awalnya berwarna hitam dan berbau busuk, mulai agak normal," tambah Uli.
Ia menuturkan, bahwa tercemarnya air Sungai Cileungsi dikarenakan pembuangan limbah ndustri, ia belum memastikan jenis usahanya hingga hasil uji laboratarium keluar.
Baca Juga: Minhyuk BTOB Ungkapkan Tujuannya di Tahun 2022 dan Ceritakan Album Terbaru Grupnya
"Hasil uji laboratarium akan keluar 14 hari setelah sample air kami kirim ke laboratarium, DLH Kabupaten Bogor belum memastikan tercemarnya air Sungai Cileungsi dari jenis limbah apa," tuturnya.
Ketua KP2C Puarman menjelaskan bahwa Kamis malam pekan kemarin, ia mendapatkan laporan dari warga sekitar Curug Parigi dan Perumahan Vila Nusa Indah 5, Desa Ciangsana, Kec Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
"Berdasarkan laporan warga, ketika air Sungai Cileungsi tercemar, baunya sangat parah, warnanya hitam pekat, berbuih hingga ketika kita terbuka mulut, rasa udaranya pahit sekali hingga perut teeasa mual dan kepala pun pusing. Semoga Oknum yang membuang limbah mendapat azab dari Allah SWT sesuai perbuatan dan akhir tuanya menderita," tegas Puarman.
Baca Juga: Milad Quran Cordoba, Usman El-Qurthuby : Kita Manusia Pilihan Alloh untuk Menjaga Kalamnya
Ia melanjutkan, selain DLH Kabupaten Bogor, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KKLH) juga mengambil sample air Sungai Cileungsi tersebut.
"Hari ini ada dua sesi pengambilan sample air sungai Cileungsi , pagi dilakukan oleh DLH Kabupaten Bogor dan siang oleh KLHK, saat ini, kondisi Sungai Cileungsi atau di titik Curug Ciparigi sudah membaik, karena limbah sungai, itu terbawa air hujan hingga Kota Bekasi, hingga kemarin, Perumda Tirta Patriot Kora Bekasi pun berhenti berproduksi," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran

