Diduga Pasang di Dua Kaki, PPP KBB Bakal Investigasi Kadernya yang Hadir di Deklarasi Hengki-Ade
Lima bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang bakal maju pada Pilkada Serentak 2024 telah resmi mendaftar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Lima bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang bakal maju pada Pilkada Serentak 2024 telah resmi mendaftar.
Kelima paslon tersebut antara lain, Didik Agua Triwiyono-Gilang Dirgahari, Sundaya-Aa Maulana, Ritchie Ismail-Asep Ismail, Edi Rusyandi-Unjang Asy'ari dan Hengki Kurniawan-Ade Sudrajat.
Tak Hanya diusung partai politik pemenang Pemilu 2024, dari kelima pasangan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah partai nonparlemen.
Namun ada dua paslon yang mencuri perhatian sejumlah pihak, yakni pasangan Hengki Kurniawan-Ade Sudrajat dan Edi Rusyandi-Unjang Asy'ari. Namun bukan pada pasangannya melainkan partai pendukung di mana dukungan dari salah satu parpol, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Bandung Barat 2024 terbelah.
PPP diduga pasang dua kaki dalam mendukung kepala daerah, antara pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asari dan Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat.
Hal itu terungkap saat mencuatnya acara deklarasi pasangan Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat di kantor DPC PDIP, pada Kamis 28 Agustus 2024.
Pasangan yang menamai dirinya HADE itu didukung tiga partai nonparlemen Kabupaten Bandung Barat, antara lain Partai Buruh, Partai Perindo, dan PPP. Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah kader PPP di antaranya, Ketua Majelis Pakar Samsul Ma'arif.
Namun, saat pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asari mendaftar ke KPU di hari sama, PPP menyatakan berkoalisi dengan PKB dan Golkar untuk mengusung pasangan Edun.
Bahkan, Ketua DPC PPP Bandung Barat, Muhamad Yusup Hasanudin turut hadir langsung saat pendaftaran ke KPU.
"PPP itu bersikap mendukung pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asy'ari ini didukung dengan surat rekomendasi dari DPP PPP dan saya yang membawa untuk Edi Rusyandi dan Unjang," kata Yusup saat ditemui di kantor KPU.
Yusup menilai, hadirnya sejumlah kader dalam deklarasi pasangan Hengki-Ade bukan sikap partai PPP secara resmi. Melainkan keputusan individu semata.
"Untuk yang mengatasnamakan PPP mendukung pasangan yang lain itu di luar tanggung jawab kami," tegasnya.
Meski begitu, Yusup bakal melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut. Jika benar ada kader partai ikut menyimpang dari keputusan DPP, pihaknya tak segan memberi sanksi tegas.
"Kalau seandainya ada kader di struktural partai yang bersikap selain dari pasangan Edi-Unjang otomatis partai akan tegas mengeluarkan peringatan hingga pemecatan keanggotaan. Kami tegaskan gak ada dualisme," katanya.
"Surat rekomendasi tadi saya yang bawa dari DPP dan diserahkan ke pasangan Edi - Unjang. Insyaallah tetap solid," ucapnya.
"Secara kelembagaan partai kami ke sini ke Edi Unjang. Mungkin itu pribadi," katanya.***
Editor : JakaPermana
