Dihujat Netizen, Aksi Kipas-kipas di Acara Maulid Ini Ternyata Tradisi Banjar

Video aksi perempuan mengipasi tamu saat peringatan Maulid Nabi viral dan dikritik warganet. Ternyata, aksi itu bagian dari tradisi

Dihujat Netizen, Aksi Kipas-kipas di Acara Maulid Ini Ternyata Tradisi Banjar
Dihujat Netizen, Aksi Kipas-kipas di Acara Maulid Ini Ternyata Tradisi Banjar

INILAHKORAN.ID - Sebuah potongan video yang memperlihatkan seorang perempuan muda berkain selendang mengipasi tamu undangan wanita di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mendadak viral di media sosial. 

Unggahan tersebut memicu perdebatan sengit usai dinilai sebagai bentuk ketimpangan dan reproduksi hierarki feodal dalam acara keagamaan.

​Kritik tersebut bermula dari narasi salah satu akun yang mempertanyakan aksi pelayanan tersebut. Pemilik akun menilai ironis ketika seorang perempuan muda diposisikan melayani dan mengipasi tokoh yang lebih tua, serta mengaitkannya dengan ketundukan atas nama adab.

​"Ironis, peringatan Maulid Nabi semestinya mengajarkan penghormatan dan kesetaraan. Namun ketika seorang perempuan muda diposisikan hanya untuk melayani dan mengipasi yang lebih tua, agama justru tampak seperti panggung reproduksi hierarki..." tulis narasi dalam video di Threads dialektika_kiri.

​​Di tengah sorotan dan kritik pedas warganet, sejumlah pengguna media sosial memberikan klarifikasi mengenai konteks sebenarnya di balik video tersebut. Aksi kipas-mengipasi itu bukanlah bentuk diskriminasi atau tindakan feodalisme, melainkan bagian dari ritual adat dan budaya lokal.

​Aksi tersebut merupakan bagian dari tradisi "Makan Batalam Bakipas Pangeran", tradisi khas masyarakat suku Banjar di Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

​"Nihhh namanya tradisi 'MAKAN BATALAM BAKIPAS PANGERAN' DARI KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN!!!!!!" tulis penjelasan warganet meluruskan salah paham publik.

​Mengenal tradisi Makan Batalam Bakipas Pangeran

​Berdasarkan nilai historis dan kebudayaannya, tradisi ini memiliki latar belakang unik:

​Asal-Usul dan Lokasi: tradisi kebudayaan ini berasal dari daerah Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang rutin digelar saat memperingati hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.

​Sejarah Singkat: Istilah Bakipas Pangeran merujuk pada kebiasaan masa lalu ketika para tokoh, pejabat, atau pangeran dipasok angin segar menggunakan kipas tangan saat tradisi makan bersama dari satu talam (nampan besar) sebelum adanya teknologi listrik atau kipas angin modern.

​Status Warisan Budaya: tradisi Makan Batalam Bakipas Pangeran telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh kementerian terkait karena nilai sejarah, kebersamaan, dan gotong royongnya yang kental.

Kendati demikian, aksi kipas-kipas tersebut masih mendapat kritikan karena dinilai sudah tidak relevan dengan zaman sekarang.


Editor : Firda Rachmawati