Dinilai Relatif Berpengalaman, PC SP TSK-SPSI Kota Cimahi Deklarasikan Dikdik-Bagja sebagai Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi

Dukungan terhadap pasangan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan dan Bagja Setiawan kembali berdatangan.

Dinilai Relatif Berpengalaman, PC SP TSK-SPSI Kota Cimahi Deklarasikan Dikdik-Bagja sebagai Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi
Kali ini, dukungan untuk pasangan Dikdik-Bagja datang dari Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC SP TSK-SPSI) Kota Cimahi. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Dukungan terhadap pasangan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan dan Bagja Setiawan kembali berdatangan.

Kali ini, dukungan untuk pasangan Dikdik-Bagja datang dari Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC SP TSK-SPSI) Kota Cimahi.

Para buruh tersebut menilai pasangan Dikdik-Bagja sudah berpengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga berani untuk mendeklarasikan Dikdik-Bagja di Alun-alun Cimahi, Minggu 25 Agustus 2024.

Dalam deklarasi yang dilakukan ribuan buruh itu juga turut hadir pasangan Dikdik-Bagja, serta Ketua DPD PKS Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko.

"Para buruh mendukung Dikdik-Bagja karena keduanya merupakan orang-orang lama di eksekutif dan legislatif, sehingga dinilai memahami seluk-beluk pemerintahan," kata Ketua PC SP TSK-SPSI Kota Cimahi Pepet Saifulkarim, Minggu 25 Agustus 2024.

Selain itu, lanjut Pepet, pihaknya meyakini kolaborasi keduanya bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Cimahi, khususnya permasalahan yang dihadapi para buruh.

”Kami yakin pasangan Pak Dikdik dan Pak Bagja dapat menyelesaikan permasalahan buruh di Kota Cimahi,” ucapnya.

Bila melihat latar belakang pasangan Dikdik-Bagja, kata Pepet, keduanya tidak akan sulit untuk membawa Cimahi lebih baik.

Apalagi, ungkap Pepet, jabatan Sekda dan Pj Wali Kota Cimahi pernah juga dirasakan seorang Dikdik. Sedangkan Bagja, sebagai anggota dewan memang bertugas melayani masyarakat, serta berupaya membuat daerah lebih baik.

”Pak Dikdik pengalaman di eksekutif sehingga tahu kondisi ketenagakerjaan di Kota Cimahi. Sementara Pak Bagja pengalaman di legislatif mewakili rakyat. tahu keluhan rakyat seperti apa,” ujarnya.

"Saya yakin di tangan keduanya warga Cimahi akan lebih baik," ucapnya.

Berdasarkan data ketenagakerjaan, dari jumlah 542 perusahaan yang ada di Kota Cimahi, 25 persennya memperkerjakan kaum buruh. Artinya, ketenagakerjaan di Cimahi didominasi kaum buruh.

Oleh karena itu, kaum buruh ini perlu juga menjadi perioritas untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama terkait kesejahteraannya.

”Kalau melihat pengalaman mereka berdua, kami yakin mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan buruh,” paparnya.

Saat ini, terang Pepet, anggota SPSI di Kota Cimahi mencapai 17.000 orang dan 3/4 dari jumlah tersebut merupakan warga Kota Cimahi. Oleh karena itu, dirinya mengajak agar para buruh dan keluarganya memilih pasangan Dikdik-Bagja.

”Kami menyarankan memilih keduanya karena kami yakin mereka berdua mengerti permasalahan buruh di Kota Cimahi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Dikdik S Nugrahawan menyambut baik dukungan dari kalangan buruh. Bakal calon Wali Kota Cimahi itu mengaku bahagia mendapat dukungan dari kaum buruh yang ada di Cimahi.

Menurutnya, untuk meraih kemenangan di Pilkada Serentak 2024 nanti, diperlukan membangun kekuatan dengan semua lapisan masyarakat, termasuk dengan para buruh. 

Dikdik pun berjanji, dirinya bakal mengupayakan segala apa yang diharapkan para buruh jika dirinya terpilih nanti. 

”Yang terpenting, harapan buruh bisa dijawab ketika saya terpilih nanti,” katanya.

”Sesuai harapan Cimahi harus lebih baik, termasuk kaum buruh. Bagaimana kesejahteraan meningkat, hak terpenuhi sesuai aturan. Itu akan kita kawal,” ucapnya.

Sementara itu, Bagja Setiawan mengklaim pengalamannya selama 10 tahun di Komisi IV DPRD KBB yang membidangi ketenagakerjaan sedikit banyak memberi pemahaman pada dirinya terkait persoalan buruh. 

”Saya mendampingi Pak Dikdik akan mengupayakan tidak hanya soal advokasi tapi buruh juga menjadi mitra strategis pemerintahan,” ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani