Dinkes Kota Bogor Tekan TBC dengan TPT Kontak erat, Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga dan Terapkan Pola Hidup Sehat

Dinas Kesehatan Dinkes Kota Bogor terus menekan kasus Tuberkolosis (TBC) dengan mencari secara aktif penderita dan memberikan Terapi Pencegahan Tuberculosis (TPT) kepada kontak eratnya. Dinkes juga mengajak masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

Dinkes Kota Bogor Tekan TBC dengan TPT Kontak erat, Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga dan Terapkan Pola Hidup Sehat
"Program quick win Presiden Prabowo Subianto ada tiga di bidang kesehatan, salah satunya penurunan angka TBC sampai 50 persen lima tahun kedepan, kemudian ada juga cek kesehatan gratis dan penyediaan rumah sakit yang berkualitas. Untuk dua program, termasuk unggulan di Kota Bogor, yaitu cek kesehatan gratis dan penanggulangan TBC," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno kepada INILAHKORAN, Senin 20 Oktober 2025. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Kesehatan Dinkes Kota Bogor terus menekan kasus Tuberkolosis (TBC) dengan mencari secara aktif penderita dan memberikan Terapi Pencegahan Tuberculosis (TPT) kepada kontak eratnya. Dinkes juga mengajak masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

"Program quick win Presiden Prabowo Subianto ada tiga di bidang kesehatan, salah satunya penurunan angka TBC sampai 50 persen lima tahun kedepan, kemudian ada juga cek kesehatan gratis dan penyediaan rumah sakit yang berkualitas. Untuk dua program, termasuk unggulan di Kota Bogor, yaitu cek kesehatan gratis dan penanggulangan TBC," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno kepada INILAHKORAN, Senin 20 Oktober 2025.

Retno melanjutkan, untuk penanggulangan TBC, Dinkes Kota Bogor mempunyai inovasi-inovasi, seperti aksi geulis untuk eliminasi TBC yang sudah diakui mendapatkan penghargaan baik nasional maupun internasional.

"Jadi, untuk penanganan TBC Kota Bogor sudah melangkah lebih awal, quick win baru tahun kemarin, kami sudah bergerak dari dua tahun yang lalu," terangnya.

Retno menjelaskan, ada tiga indikator bagaimana menangkap atau menemukan penderita TBC. Dinkes Kota Bogor aktif mencari penderita TBC, tim aktif melacak dan capaian lebih dari 100 persen. 

"Ada target 8.500 tapi kami hingga saat ini dapat 11.000 penderita. Memutus mata rantai TBC sama dengan memutuskan kasus Covid-19, yaitu temukan segera penderita, harus diobati sampai sembuh minimal 6 bulan. Jadi kami membuat tim PMO, RW siaga, kader-kader TB warga yang ikut memantau dan nakes dari Dinkes," jelasnya.

Retno menjelaskan, untuk penderita TBC ngedrop mirip seperti Covid-19. Siapa yang kontak eratnya, ada aplikasi by name by address, namanya Rasa Jaga, ini hanya ada di Kota Bogor. Ketika ditemukan, langsung ditanggulangi. Kontak eratnya diberikan tablet pencegahan, kalau Covid-19 diberikan vaksin, ini dilakukan dengan TPT. 

"Kami paling tinggi penanganan TPT di Jawa Barat, kami punya data, ada kader dan tim wilayah yang bergerak. Anak-anak segera diberikan Tes Mantoux dan diberikan TPT. Jadi gerakan sekarang, selain penderita diterapi dan kontak eratnya diberikan pencegahan. Kami lakukan langkah pencegahan lain di wilayah, untuk support mencegah supaya tidak ada resistensi obat," jelasnya.

Retno membeberkan, karena itu pihaknya mengajak agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat, sosialisasi harus secara Kolaborasi pentahelix.

"Kami membentuk RW siaga, kami cek kesehatan gratis sembari screening TB. Kami melatih kader-kader termasuk semua stakeholder. Kami mengajak masyarakat agar olah raga rutin. Harus berkesinambungan, Germas dan pola hidup sehat digencarkan," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani