BGN dan Dinkes Kota Bogor Dalami Kasus Keracunan MBG Bogor Selatan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan prihatin dan penyesalan atas insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor. Kejadian kali ini menimpa 50 siswa dari beberapa sekolah setelah menyantap menu MBG.

BGN dan Dinkes Kota Bogor Dalami Kasus Keracunan MBG Bogor Selatan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan prihatin dan penyesalan atas insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor. Kejadian kali ini menimpa 50 siswa dari beberapa sekolah setelah menyantap menu MBG.

INILAHKORAN, Bogor - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan prihatin dan penyesalan atas insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor. Kejadian kali ini menimpa 50 siswa dari beberapa sekolah setelah menyantap menu MBG.

Dadan menerangkan, pihak BGN sudah dapat laporannya terkait keracunan MBG puluhan siswa di Kota Bogor itu.

"Ya, untuk kejadian keracunan MBG ini disesalkan dan sangat membuat prihatin," ungkap Dadan pada Minggu 16 November 2025.

Dadan menegaskan, investigasi menyeluruh akan dilakukan BGN, khususnya terhadap Dapur MBG Batutulis yang memasok makanan ke beberapa sekolah.

"Tentunya kami segera investigasi keracunan MBG detail yang terjadi, termasuk inspeksi mendadak ke seluruh dapur MBG di Kota Bogor. Pemeriksaan ini dilakukan secara diam-diam agar setiap penerima manfaat tidak mengalami masalah kesehatan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, untuk seluruh siswa terdampak menerima penanganan medis di tiga puskesmas wilayah Bogor Selatan yaitu Puskesmas Bogor Selatan, Puskesmas Bondongan dan Puskesmas Lawanggintung.

"kasus keracunan MBG ini melibatkan lima sekolah, yakni SD Batutulis 1, SD Batutulis 2, SD Batutulis 3, SD Lawanggintung, dan SMK PUI. Total ada 50 siswa yang keracunan MBG," tutur Retno pada Minggu 16 November 2025.

Retno memaparkan, para siswa mengalami gejala mulai dari mual, muntah, diare, BAB berdarah dan berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, hingga nyeri perut. Menu MBG yang dibagikan berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Menunya terdiri dari nasi, ayam bakar, tumis jagung-wortel, susu kotak dan keripik tempe.

"Tim kesehatan saat ini menelusuri sumber penyebab keracunan, termasuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan spesimen siswa. Kami juga sudah mengambil sampel makanan dan spesimen siswa yang keracunan, termasuk melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan faktor penyebab," paparnya Retno.

Retno menjelaskan, bahwa seluruh dapur MBG di Kota Bogor akan diawasi ketat untuk mencegah insiden serupa. Langkah ini termasuk inspeksi mendadak dan evaluasi standar kebersihan serta prosedur pengolahan makanan.

"Insiden ini menjadi perhatian serius karena program MBG bertujuan memastikan asupan gizi anak sekolah. Dengan investigasi menyeluruh dan tindakan pencegahan keracunan MBG, BGN berharap keamanan dan kualitas menu MBG tetap terjamin," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana