Dinkes Kota Bogor Yakin Lima Tahun Lagi HIV/AIDS Bukan Ancaman Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) membeberkan mengakhiri HIV/AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat tahun 2030 bukan mimpi, itu tujuan yang bisa dicapai bersama. Hal itu berdasarkan kemajuan besar sudah dicapai, infeksi baru turun 40% sejak 2010.

Dinkes Kota Bogor Yakin Lima Tahun Lagi HIV/AIDS Bukan Ancaman Kesehatan
Dinas Kesehatan (Dinkes) membeberkan mengakhiri HIV/AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat tahun 2030 bukan mimpi, itu tujuan yang bisa dicapai bersama. Hal itu berdasarkan kemajuan besar sudah dicapai, infeksi baru turun 40% sejak 2010.

INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) membeberkan mengakhiri HIV/AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat tahun 2030 bukan mimpi, itu tujuan yang bisa dicapai bersama. Hal itu berdasarkan kemajuan besar sudah dicapai, infeksi baru turun 40% sejak 2010.

"Kita punya kekuatan untuk mengubah kehidupan, masa depan dan mengakhiri epidemi AIDS selamanya. Kemajuan besar sudah dicapai, infeksi baru turun 40% sejak 2010. Kematian terkait AIDS turun lebih dari separuh," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sri Nowo Retno pada Selasa 02 Desember 2025.

Retno memaparkan, berdasarkan data analisa situasi HIV menunjukkan kasus HIV masih ditemukan di Kota Bogor dengan tren yang bervariasi tiap tahun. Data menunjukan jumlah kasus HIV baru pada tahun 2024 ditemukan sebanyak 411 kasus dan jumlah kasus AIDS sebanyak 151 kasus.

"Adapun jumlah kasus HIV baru yang ditemukan di tahun 2025 pada bulan Januari-September sebanyak 285 kasus dan jumlah kasus AIDS sebanyak 108 kasus," paparnya.

Retno menjelaskan, berdasarkan kategori usia, kasus HIV baru yang ditemukan pada bulan Januari-September 2025 terbanyak di kelompok usia produktif yaitu usia 25-49 tahun (62%), selain itu kasus baru HIV pada kelompok usia remaja (15-19 tahun) ditemukan sebanyak 18 kasus. 

"Berdasarkan kategori jenis kelamin kasus HIV baru lebih banyak ditemukan pada laki-laki yaitu 82% dibandingkan pada jenis kelamin perempuan sebesar 18%," jelasnya. 

Retno menegaskan, Kota Bogor memiliki jaringan layanan kesehatan yang cukup memadai untuk penanganan HIV, mulai dari fasilitas pemeriksaan, konseling yang tersedia di seluruh Puskesmas dan seluruh Rumah Sakit, hingga layanan pengobatan yang tersedia di seluruh Puskesmas dan 8 Rumah Sakit.

Retno menambahkan, mengakhiri AIDS berarti memberdayakan masyarakat, berinvestasi pada pencegahan, memperluas akses pengobatan untuk semua, memastikan inovasi menjangkau yang paling membutuhkan, dan menempatkan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai dasar setiap langkah. 

"Mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat tahun 2030 bukan mimpi-itu tujuan yang bisa kita capai bersama," pungkasnya. ***


Editor : JakaPermana