Dinkes Rutin Menggelar Evaluasi Balita Bermasalah Gizi untuk Mengentaskan Stunting Kota Bogor
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor rutin menggelar kegiatan Evaluasi Balita Bermasalah Gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gizi masyarakat dan tentunya mengentaskan angka stunting Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor rutin menggelar kegiatan evaluasi Balita Bermasalah Gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gizi masyarakat dan tentunya mengentaskan angka stunting Kota Bogor.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno memaparkan, kegiatan ini digagas oleh Tim Kerja Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dikes Kota Bogor, dengan melibatkan Tenaga Pelaksana Gizi dari seluruh Puskesmas se-Kota Bogor.
"Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji berbagai penyebab kegagalan dan kendala dalam program perbaikan gizi serta penanganan balita bermasalah gizi, seperti gizi buruk, stunting, obesitas dan berat badan tidak naik," ungkap Retno pada Senin 21 Juli 2025.
Retno memaparkan, evaluasi dilakukan melalui pengumpulan, pengolahan dan analisis data serta diskusi kelompok secara sistematis.
"Output dari kegiatan ini berupa dokumen evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar kebijakan intervensi gizi selanjutnya," paparnya.
Retno menjelaskan, dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengacu pada berbagai peraturan nasional dan lokal, termasuk Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Wali Kota Bogor No. 26 Tahun 2023. Dinas Kesehatan berharap, hasil evaluasi ini dapat mendukung pencapaian target penurunan prevalensi stunting, peningkatan jumlah balita berstatus gizi normal, dan penurunan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
"Selain sebagai bentuk evaluasi internal, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Kementerian Agama," jelasnya.
Retno membeberkan, dengan adanya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan intervensi gizi yang dilakukan dapat lebih terintegrasi dan berdampak luas bagi Masyarakat Kota Bogor, serta Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam mengatasi masalah gizi sejak dini dan memperkuat fondasi kesehatan generasi masa depan.
Editor : Ahmad Sayuti


