Diperiksa KPK 8 Jam, Staf Sekjen PDIP Akui Pernah Ketemu Harun Masiku

Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi merampungkan pemeriksaan tim penyidik KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu malam (19/6/2024). Kusnadi diperiksa selama delapan jam. Kusnadi diketahui masuk ruang pemeriksaan pada pukul 10.22 WIB dan keluar gedung pada 18.31 WIB.

Diperiksa KPK 8 Jam, Staf Sekjen PDIP Akui Pernah Ketemu Harun Masiku
Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi merampungkan pemeriksaan tim penyidik KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu malam (19/6/2024). Kusnadi diperiksa selama delapan jam. Kusnadi diketahui masuk ruang pemeriksaan pada pukul 10.22 WIB dan keluar gedung pada 18.31 WIB./inilah.com

INILAHKORAN, Jakarta-Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi merampungkan pemeriksaan tim penyidik KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu malam (19/6/2024). Kusnadi diperiksa selama delapan jam. Kusnadi diketahui masuk ruang pemeriksaan pada pukul 10.22 WIB dan keluar gedung pada 18.31 WIB.

Usai diperiksa, kepada wartawan Kusnadi mengakui pernah bertemu dengan tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku yang kini telah menjadi buronan KPK.

"Pernah (bertemu Harun seumur hidup saya pernah)," ujar Kusnadi kepada awak media.

Namun, ia enggan membeberkan kapan dan lokasi pertemuan dirinya dengan DPO yang telah lama hilang 4 tahun tersebut.

"Udah lama itu (pertemuan saya dengan Harun)," katanya.

Kusnadi membenarkan, bahwa materi pokok pemeriksaan terkait HP miliknya yang disita tim penyidik KPK, pada Senin (10/6) pekan lalu. Namun, ia membantah bahwa HP tersebut berisikan komunikasinya dengan Harun Masiku (HM).

"Ga ada percakapan HM. Yang ada percakapan biasa," ucapnya.

Ia berdalih, isi percakapan tersebut dengan seorang staf DPP PDIP yang tidak disebutkan namanya. Adapun pembahasan terkait pembayaran acara pewayangan yang dilakukan oleh partai banteng moncong putih itu.

"Percakapan saya sama staf. Stafnya DPP (PDIP).Terkait pembayaran, pembayaran perwayangan wayang, gitu aja," jelasnya.

Sebelumnya, Kusnadi memilih mangkir pada jadwal pemeriksaan Kamis (13/6) kemarin. Kuasa Hukumnya, Ronny Talapessy menyebut kliennya trauma dibentak-bentak ketika digeledah tim penyidik pada Senin (10/6).

Berdasarkan keterangan Ronny, usai penggeledahan, tim penyidik menyita dua HP Hasto, satu HP Kusnadi, dua ATM, dan buku agenda Partai PDIP yang berisikan strategi pemenangan  Pilkada Serentak 2024.

Sementara itu, Direktur  Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, pemeriksaan  Kusnadi oleh tim penyidik untuk meminta keterangan terkait isi HP miliknya.  Materi pokok pemeriksaan berkaitan kasus suap Harun Masiku ataupun kaburnya DPO yang telah hilang 4 tahun lamanya.

Asep juga menantang, kubu Hasto untuk menguji pernyataan "dibentak-bentak tim penyidik" melalui pemeriksaan CCTV di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Dimana, kubu Hasto telah melaporkan penyidik KPK bernama Rossa Purbo Bekti ke Dewas KPK, Komnas Ham, Bareskrim Polri serta akan menggugat ke Praperadilan juga di PN Jaksel.  Namun, laporan Bareskrim Polri ditolak oleh pihak kepolisian.*** (inilah.com)

 


Editor : JakaPermana