Disdik Jabar Bantah SMKN 1 Rancabali Ditutup, Sekolah Dipindah ke Ciwidey
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menepis isu penutupan SMKN 1 Rancabali, Kabupaten Bandung yang viral di media sosial lantaran ditutup.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menepis isu penutupan SMKN 1 Rancabali, Kabupaten Bandung yang viral di media sosial, usai salah satu siswi mengatakan bahwa sekolahnya tersebut bakal ditutup.
Disdik Jabar menegaskan, sekolah kejuruan tersebut tidak dibubarkan, melainkan direlokasi ke gedung baru di wilayah Ciwidey karena dekat lokasi lama tidak memungkinkan dibangun fasilitas pendidikan permanen.
Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK) Disdik Jawa Barat, Edy Purwanto menyebut, informasi mengenai penutupan SMKN 1 Rancabali tidak sesuai fakta.
Menurut dia, relokasi justru dilakukan untuk memastikan sekolah memiliki gedung permanen dengan legalitas yang kuat.
“Menanggapi berita bahwa SMKN 1 Rancabali, Kabupaten Bandung ditutup, itu dinyatakan tidak benar. Yang benar adalah sekolah SMKN 1 Rancabali dipindahkan dan menempati gedung baru di lokasi yang baru, yang lebih layak, dan sudah memiliki dasar hukum yang kuat,” ujar Edy dikutip dari akun media sosial Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 2013, SMKN 1 Rancabali belum memiliki bangunan sendiri. Kegiatan belajar mengajar selama ini masih menumpang di dua sekolah berbeda, yakni SMPN 3 Cipelah dan SDN 4 Barutunggul.
Kondisi itu mendorong Disdik Jabar mencari lokasi baru, agar sekolah memiliki fasilitas permanen yang representatif. Namun, upaya pembangunan di kawasan Rancabali terkendala aturan tata ruang.
Menurut Edy, wilayah Rancabali masuk kategori zona hijau sehingga tidak diperbolehkan untuk pembangunan gedung sekolah permanen.
“Ternyata wilayah Rancabali masuk dalam zona hijau, artinya secara tata ruang dan tata wilayah, di sana belum dimungkinkan untuk dibangun gedung sekolah secara permanen,” ucapnya.
Sebagai alternatif, Pemprov Jawa Barat kemudian mendapatkan lahan di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Berdasarkan data tata ruang dari DPMPTSP Kabupaten Bandung, lokasi tersebut berada di zona kuning yang layak digunakan untuk fasilitas pendidikan.
“Sejak tahun 2024, lahan ini sudah resmi bersertifikat atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk SMKN 1 Rancabali, Kabupaten Bandung. Jadi landasan hukumnya sudah lengkap,” tutur Edy.
Meski demikian, relokasi sekolah diakuinya berdampak pada jarak tempuh siswa. Dari lokasi SDN 4 Barutunggul menuju gedung baru membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sedangkan dari SMPN 3 Cipelah mencapai sekitar 30 menit perjalanan.
Saat ini SMKN 1 Rancabali memiliki 337 siswa aktif dengan empat program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Hortikultura (APHB), kuliner, dan perhotelan.
Disdik Jabar menargetkan seluruh aktivitas pembelajaran SMKN 1 Rancabali sudah sepenuhnya dipusatkan di gedung baru mulai tahun 2026.***
Editor : JakaPermana

