Disdik Kab Bandung Cegah Perundungan dengan Sosialisasi Sesuai Permendikbud
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Jagat media sosial akhir-akhir ini kerap diramaikan dengan unggahan tentang aksi bully atau perundungan di sekolah. Hal ini menjadi salah satu perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Ruli Hadiana, didampingi Kepala Seksi Sarana, Setiawan, prihatin dan menyayangkan aksi perundungan yang terjadi di sekolah. Untuk mencegah terjadinya aksi tak terpuji ini, ia meminta para guru harus berperan aktif mengawasi dan menjaga anak-anak didiknya selama di sekolah. Tak hanya itu saja, para guru juga harus terus menanamkan perilaku kasih sayang, saling melindungi sesama teman.
" Peran Guru sangat diperlukan agar tidak terulang perundungan. Salah satunya, dengan cara melakukan pendekatan emosional antara guru dengan anak didik," kata Ruli di Soreang, Rabu 23 November 2022.
Selain itu, kata Ruli, aktivis olahraga dan seni bisa menjadi pencegahan agar tidak ada perundungan di sekolah-sekolah. Sekolah juga bisa menjalankan Permendikbud N omor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindakan Kekerasan di Satuan Pendidikan.
"Pihak sekolah harus memberikan sosialisasi kepada para siswa terkait portal pelaporan dan layanan yang dapat diakses oleh seluruh pihak di sekolah," ujarnya.
Guru guru di sekolah menurut Ruli, baik tingkat menengah lanjutan maupun tingkat atas harus memfasilitasi minat dan bakat siswanya.
"Jangan sampai karena alasan tidak ada sarana prasana jadi penghalang bagi siswa nya untuk melakukan kegiatan positif di lingkungan sekolah," katanya.
Sementara itu Reti Hildayani salah satu orang tua siswa warga Kabupaten Bandung, mengaku selalu khawatir dengan anak-anaknya di sekolah. Karena memang, selama di sekolah, orang tua tidak dapat mengawasi putra-putrinya. Ia berharap pihak sekolah dapat lebih memerhatikan perilaku para siswa selama berada di sekolah.
"Apalagi anak-anak sekarang itu tontonan dan permainan nya banyak mengandung kekerasan. Bisa saja perilaku anak yang suka membully atau berbuat kejam itu karena terpengaruh oleh tontotan dan game online. Sebaiknya yah pemerintah itu memperketat permainan dan tontonan online," katanya.(rd dani r nugraha).
Editor : Ahmad Sayuti

