Dishub Jabar Siapkan Antisipasi Longsor dan Banjir di Jalur Selatan dan Pantura

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memetakan potensi gangguan perjalanan mudik Lebaran 2026 terutama ancaman dari bencana longsor dan banjir.

Dishub Jabar Siapkan Antisipasi Longsor dan Banjir di Jalur Selatan dan Pantura
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memetakan potensi gangguan perjalanan Mudik Lebaran 2026. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah utara dan selatan Jawa Barat masih tergolong kawasan rawan bencana yang berpotensi memengaruhi arus mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan jalur selatan menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai karena berpotensi terjadi longsor akibat tingginya curah hujan.

Menurut Dhani, kondisi hidrometeorologi di Jawa Barat masih cukup tinggi sehingga masyarakat yang melintas di jalur alternatif wilayah selatan diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Jawa Barat masih memiliki potensi cukup tinggi kaitan dengan curah hujan atau hidrometeorologi, terutama di Selatan adalah mengantisipasi adanya longsor," kata Dhani, Sabtu 7 Maret 2026.

Guna mengurangi risiko di lapangan, Dishub Jabar berencana memperkuat penyebaran informasi dan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas maupun potensi gangguan cuaca selama periode mudik.

Sementara itu, wilayah utara Jawa Barat juga tidak luput dari perhatian. Jalur Pantai Utara (Pantura) diperkirakan menghadapi potensi banjir akibat fenomena alam yang memicu kenaikan muka air laut.

"Jadi kemungkinan ada beberapa titik ada yang banjir. Nah itu yang perlu kita antisipasi juga," ucapnya.

Selain ancaman bencana alam, Dishub Jabar juga mengidentifikasi titik rawan kemacetan di kawasan pasar tradisional yang berada di sepanjang jalur mudik. Kepadatan diperkirakan memuncak pada H-3 Lebaran ketika aktivitas belanja masyarakat meningkat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dishub Jabar akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna melakukan pengamanan di sekitar pasar.

"Kami juga berkolaborasi dengan Satpol PP. Jadi nanti para petugas atau teman-teman Satpol PP akan melakukan pengamanan di sekitar pasar. Memastikan bahwa masyarakat itu tidak menggunakan bahu jalan," katanya.

Selain pengamanan di area pasar, kepolisian juga akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi dan penyediaan titik penyeberangan khusus bagi masyarakat.

"Jadi tidak terpencar-pencar. Nah ini akan dibatasi menggunakan (water) barrier tertentu dan tidak mengganggu kelancaran dari jalan itu sendiri," jelasnya.***


Editor : JakaPermana