Dispatch Bongkar Awal Mula Penggelapan Pajak Rp232 Miliar pada Cha Eun Woo dan Keluarganya

Dispatch akhirnya membongkar kronologi Cha Eun Woo dan keluarganya terkait penggelapan pajak Rp232 miliar.

Dispatch Bongkar Awal Mula Penggelapan Pajak Rp232 Miliar pada Cha Eun Woo dan Keluarganya
Kronologi penggelapan pajak Cha Eun Woo dan keluarganya.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, Cha Eun Woo yang tengah bertugas wajib militer dituduh telah melakukan penggelapan pajak ratusan miliar rupiah.

Media Korea Dispatch kini telah mengungkap bagaimana keluarga Cha Eun Woo ASTRO terlibat dalam skandal penggelapan pajak senilai 20 miliar KRW atau Rp232 miliar yang menimpanya.

Dalam laporannya, Dispatch membagikan beberapa gambar dan dokumen yang menunjukkan bagaimana Cha Eun Woo dan keluarganya terlibat dalam kasus penggelapan pajaknya. 

Hal pertama yang mereka bahas adalah asal usul Cha's Gallery. Cha's Gallery didirikan pada 4 Juli 2019 oleh Cha Eun Woo dan keluarganya

Lokasi pendaftaran awalnya berada di Dongan-gu, Anyang. Cha Eun Woo terdaftar sebagai CEO sementara ibunya adalah direktur internal dan ayahnya adalah manajer keuangan.

Tujuan bisnis yang tercantum untuk Cha's Gallery mencakup 34 kategori berbeda, termasuk produksi musik, penjualan musik, manajemen artis, perencanaan acara, periklanan, produksi konser, taman hiburan, produksi karakter, distribusi kosmetik, layanan makanan, dan manajemen kekayaan intelektual.

Pada Juni 2020, Cha's Gallery mengubah alamat terdaftarnya ke Kota Gimpo. Pada Juni 2022, alamat tersebut berubah lagi ke Pulau Ganghwa, tempat orang tua Cha Eun Woo juga menjalankan restoran belut.

Kemudian, Dispatch menyelidiki perubahan nama dan hubungan kekeluargaan dengan perusahaan Cha Eun Woo

Pada September 2020, ibu Cha Eun Woo mengambil alih peran CEO dan pada tahun 2022, dia mendirikan LLC baru bernama L&C. Tujuan L&C juga untuk manajemen artis. 

Namun pada tahun 2024, dia mendirikan D ANY LLC, yang dilaporkan dimaksudkan untuk mengelola aset Cha Eun Woo

Alamat terdaftarnya sama dengan restoran belut tempat Cha's Gallery berada. Cha's Gallery akhirnya dibubarkan pada tahun 2024.

Salah satu hal yang disoroti oleh Dispatch adalah kondisi interior D ANY LLC saat ini. Pada Januari 2026, Dispatch mencatat bahwa interiornya kosong, dengan dinding yang terbuka dan balok-balok yang berkarat.

Dispatch mempertanyakan mengapa Cha Eun Woo dan keluarganya merasa perlu mendirikan beberapa perusahaan

Mereka fokus pada struktur LLC (Limited Liability Company), yang memungkinkan perusahaan beroperasi dengan pengawasan regulasi minimal.

Karena denda dugaan penggelapan pajak Cha Eun Woo adalah Rp232 miliar dengan asumsi tarif pajak perusahaan 20%, pendapatan kena pajak Cha Eun Woo setidaknya akan mencapai 100 miliar KRW atau Rp1,160 triliun, dan itu setelah dikurangi biaya operasional. 

Format LLC juga memungkinkan Cha Eun Woo dan keluarganya untuk menyembunyikan potensi akuisisi properti dan keputusan besar hanya perlu dibuat melalui kesepakatan keluarga.

Cha's Gallery didirikan pada tahun 2019 ketika pemegang saham terbesar Fantagio berada di ambang kebangkrutan. 

Terlepas dari kesulitan yang dialami perusahaan saat itu, Cha Eun Woo tetap memutuskan untuk memperbarui kontraknya dengan agensi tersebut, dan dilaporkan menerima salah satu bonus penandatanganan terbesar dalam sejarah.

Namun, semua pembayaran Cha Eun Woo dikirim ke agensi pribadinya, itulah sebabnya Dinas Pajak Nasional berupaya menagih pajak terutangnya.***


Editor : Irma Nurfajri