Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Rajungan Cirebon Lewat Program Hibah PKM BIMA 2025

Tim Program Hibah PKM BIMA 2025 menyerahkan bantuan alat produksi modern kepada dua UMKM olahan rajungan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Bantuan berupa mesin penggiling, oven gas industri, mesin pengemas otomatis, hingga peralatan digital ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kerupuk serta abon rajungan, sekaligus memperluas pemasaran ke pasar modern dan platform daring.

Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Rajungan Cirebon Lewat Program Hibah PKM BIMA 2025
Tim Program Hibah PKM BIMA 2025 menyerahkan bantuan alat produksi modern kepada dua UMKM olahan rajungan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon

INILAHKORAN.ID,Cirebon- Tim Program Hibah PKM BIMA 2025 dengan tema "Mengolah Rajungan Apkir dan Lemi Rajungan Menjadi Produk Unggulan Bernilai Jual" resmi menyerahkan bantuan sejumlah alat produksi kepada dua UMKM mitra, yaitu Raja Mekar dan RN Dagang yang berlokasi di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Bantuan alat produksi yang disalurkan mencakup mesin penggiling daging, mesin spinner pengering minyak, oven gas industri, mesin pengemas otomatis, freezer penyimpanan, serta perlengkapan digital recording dan live streaming. Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas pengolahan, serta memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital.

Ketua Tim PKM Bima 2025 dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Linda, M.Pd mengungkapkan, bantuan merupakan tindak lanjut dari program pendampingan UMKM berbasis hasil laut. 

"Kami ingin memastikan mitra memiliki sarana produksi yang memadai sehingga produk kerupuk dan Abon Rajungan dapat diproduksi lebih higienis, efisien, dan siap bersaing di pasar modern maupun digital," jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan mitra, Azis Panji selaku pimpinan UMKM Raja Mekar, mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Bantuan mesin penggiling dan alat pengemasan ini sangat membantu kami. Produksi kerupuk lemi rajungan bisa lebih cepat dan kemasannya juga lebih menarik. Dengan begitu, kami optimis bisa memperluas pasar hingga ke toko oleh-oleh dan marketplace online," ujarnya.

Senada juga diungkapkan Siti Rini dari UMKM RN Dagang. Dia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program PKM BIMA 2025. "Selama ini kami terbatas memproduksi kerupuk dan abon rajungan karena alat seadanya. Dengan adanya oven besar dan spinner, kapasitas produksi bisa meningkat dua kali lipat. Kami juga didampingi dalam pemasaran digital, jadi semakin yakin produk kami bisa dikenal luas," katanya.

Program Hibah PKM BIMA 2025 ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa lintas perguruan tinggi, yaitu Linda, M.Hum  dari UGJ sebagai Ketua Tim, serta anggota tim Ida Riaeni, S.Sos., M.I.Kom dari Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) serta anggota tim, Tri Neliana, SE., M.Si, Ak.,CA  dari UGJ. Selain itu, mahasiswa UGJ juga terlibat aktif dalam pendampingan, promosi digital, hingga live streaming pemasaran.

Dengan adanya bantuan alat produksi ini, kapasitas produksi mitra ditargetkan meningkat signifikan—dari sebelumnya 55 bungkus Kerupuk Rajungan per hari menjadi 100 bungkus, serta abon rajungan dari 30 pouch menjadi 50 pouch per hari.

Kegiatan penyerahan bantuan ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas produk, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).***


Editor : Ghiok Riswoto