DPRD Jabar Nilai Sulit Bagi Dedi Mulyadi untuk Ambil Alih Perbaiki Jalan Desa
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady menilai, sulit bagi Gubernur Dedi Mulyadi untuk merealisasikan rencananya untuk mengambilalih pembangunan seluruh ruas jalan desa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady menilai, sulit bagi Gubernur Dedi Mulyadi untuk merealisasikan rencananya untuk mengambilalih pembangunan seluruh ruas jalan desa.
Mengingat kondisi fiskal Jabar saat ini, kata Daddy, masih belum baik. Jalan kabupaten/kota saja, kata dia, sekitar 20 kali lipat dari jalan milik provinsi yang memiliki panjang 2.361 kilometer. Apalagi jalan milik desa, yang diyakininya pasti berkali lipat lebih besar dari jumlah tersebut.
"Saya kira mengambil alih secara keseluruhan berat ya. Harus realistis saya katakan. Kalau mengambil alih jalan desa secara keseluruhan, jangan kan jalan desa, jalan kabupaten aja jumlahnya udah ketahuan. Itu 20 kali lipat lebih dari jalan provinsi," ujar Daddy saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu 14 Desember 2025.
Selain itu, saat ini pun kemantapan jalan milik provinsi masih belum mencapai angka 100 persen. Sehingga menurutnya, terpenting saat ini adalah fokus untuk membenahi jalan milik provinsi.
"Kemantapan jalan saja masih jauh di provinsi. 90-an. Nah itu artinya kan belum semua jaoan provinsi tergarap dengan baik. Apalagi kalau bicara jalan kabupaten/kota. Apalagi kalau masuk ke wilayah desa. Agak berat," ucapnya.
Bila ambilalih jalan desa berupa pilot project, semisal lima desa di tiap kabupaten dan kemudian digarap oleh Pemprov Jabar, dia menilai masih masuk akal.
Namun bila keseluruhan jalan desa pembangunannya diambilalih Pemprov Jabar, Daddy yakin hal tersebut tidak mungkin terealisasi.
"Misalnya ada pilot project di beberapa wilayah. Saya bisa paham. Misalnya satu kabupaten diperbaiki lima desa. Itu saya bisa paham. Tapi kalau sekaligus semuanya 100 persen. Saya hakul yakin uangnya enggak cukup," ucapnya.
Paling logis saat ini yang harus didorong kata Daddy, adalah dengan mendorong semangat yang sama pada kabupaten/kota guna memperbaiki jalan milik mereka, seperti yang dilakukan Pemprov Jabar saat ini.
Sehingga diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, seluruh jalan di wilayah Jabar mulus dan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Saya berharap tentu saja, belanja di kabupaten/kota juga kurang lebih memperbaiki dengan spirit serupa lah kira-kira. Jadi nanti baru bisa kita katakan, jalan di Provinsi Jawa Barat semuanya bagus dan mantap. Tidak bisa kalau KDM sendirian cuma beresin jalan provinsi saja, tidak cukup juga uangnya kalau suruh beresin jalan kabupaten/kota yang 20 kali lipat. Jadi sekali lagi, ini butuh effort yang sama," tandasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengatakan untuk memastikan kualitas infrastruktur desa lebih optimal dan berumur panjang, harus disiasati dengan metode lain.
Dia menilai, pembangunan jalan desa selama ini kerap tak bertahan lama dan menghabiskan anggaran daerah tanpa hasil signifikan. Karena itu, Pemprov Jabar siap mengambil alih proses pembangunan agar standar konstruksinya lebih baik dan menggunakan beton pabrikan.
“Nanti datanya masuk ke saya, nanti saya akan merumuskan kebijakan. Bantuan keuangan infrastruktur desa, nanti pembangunan jalannya akan diambil alih provinsi semuanya,” katanya.
Ia menegaskan, pola pembangunan saat ini terbukti tidak efektif. jalan desa yang baru dibangun mudah kembali rusak dalam waktu singkat.
“Tahun ini dibangun, tahun depan rusak lagi, saya nggak mau begitu. Nanti semuanya dibangun oleh provinsi agar kualitasnya baik, berbeton, betonnya pabrikan,” ujarnya.
Dengan infrastruktur desa dikerjakan oleh provinsi, maka pemerintah desa selanjutnya akan diarahkan untuk berkonsentrasi pada program kesehatan warga. Fokus utamanya mencakup penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga persoalan penyakit masyarakat.
Editor : Doni Ramdhani

