DPRD Kota Bogor: Transparansi Anggaran Jangan Hanya Seremonial
Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim telah melakukan transparansi anggaran APBD 2020 dengan mengadakan acara buka 2020 di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Selasa (17/12/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim telah melakukan transparansi anggaran APBD 2020 dengan mengadakan acara buka 2020 di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Selasa (17/12/2019).
Namun, Anggota DPRD Kota Bogor Rizal Utami mengingatkan terkait transparansi anggaran itu bukan sekadar seremonial saja. Dia mengatakan, imbauan transparansi itu didukung parlemen daerah.
"Usulan kegiatan 60% itu dari Musrenbang atau dari masyarakat. Tetapi transparansi tidak cukup hanya seremonial saja. Realisasinya sejauh mana harus tercapai. Kami tetap akan mengawal terus," tegasnya.
Rizal menyebutkan, dalam APBD 2020 itu sebanyak 22% digunakan untuk pendidikan. Porsi tertinggi kedua yakni kesehatan. Dia menekankan, anggaran kesehatan itu jangan hanya difokuskan pada penambahan namun pelayanan bagi masyarakat kurang mampu harus diprioritaskan.
Sementara, Bima Arya mengatakan tradisi transparansi anggaran itu berjalan sejak periode pertama. Saat itu, yang dibuat transparan yakni aspek perencanaan dan sebagainya. Kali ini, anggaran yang dibuka ke publik itu anggaran yang akan dialokasikan pada 2020 mendatang.
"Sekarang masih dalam proses evaluasi gubernur Jabar. Dalam beberapa hari evaluasi tuntas dan langsung disahkan. Insyaallah tidak ada hambatan berarti," kata Bima.
Dia mengharapkan, dengan keterbukaan anggaran itu semua aparatur sipil negara (ASN) tidak main-main dengan anggaran yang diumumkan. Besaran APBD 2020 itu ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun. Jumlag tersebut diakuinya akan bertambah sebanyak Rp30 miliar dari pajak bagi hasil dengan Pemprov Jabar.
Dia menjelaskan, kini penghematan terjadi dari aspek makan, minum dan perjalanan dinas. Dana berbagai pameran juga dikurangi. Nantinya, dia memastikan dana tersbeut dialokasikan untuk hal yang lebih berdampak positif bagi masyarakat.
"Intinya, pada 2020 nanti ada tiga yang penting yaitu kualitas hidup manusia, infrastruktur, dan reformasi birokrasi," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

