Dr Tirta Bahas Kesehatan Mental: Psikomatis Butuh Didengar Bukan Dihujat

Influencer sekaligus dokter Tirta Mandira Hudhi membahas tentang kesehatan mental yang cenderung terjadi kepada seseorang di saat pandemi.

Dr Tirta Bahas Kesehatan Mental: Psikomatis Butuh Didengar Bukan Dihujat
Dokter Tirta Mandira Hudhi bahas soal kesehatan mental (tangkapan layar Youtube)

INILAHKORAN, Bandung - Influencer sekaligus dokter Tirta Mandira Hudhi membahas tentang kesehatan mental yang cenderung terjadi kepada seseorang di saat kondisi pandemi Covid-19.

Menurut dr Tirta, terlalu sering berada di rumah membuat banyak pikiran negatif yang menghampiri dan membuat kondisi mental juga terganggu.

Hal tersebut biasa disebut psikomatis, hubungan antara pikiran atau psikis yang bisa mempengaruhi tubuh. Khususnya terjadi pada perempuan usia muda dan ibu-ibu.

Baca Juga: Dobrak Tradisi! Kakang Rudianto Jebolan Akademi Persib Pertama yang Promosi ke Tim Senior, Ini Profilnya

Dalam kanal Youtube Tirta PengPengPeng, Dokter Tirta menjelaskan beberapa gejala psikomatis, di antaranya:

1. Jantung berdebar

2. Sesak nafas

3. Lemas

4. Nyeri ulu hati

5. Tidak nafsu makan

6. Susah tidur

7. Nyeri kepada dan seluruh tubuh

8. Demam, batuk, dan pilek

dr Tirta menjelaskan seseorang yang mengalami Psikomatis akan mengalami gangguan pada tubuhnya yang menyebabkan rasa sakit di bagian tertentu dan berkurangnya fungsi tubuh.

Baca Juga: Varian Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 138 Kasus, Warga Diimbau Lakukan Ini...

Selain itu, dr Tirta menyampaikan jika gangguan tersebut diperiksa lebih lanjut, dokter akan menjawab normal artinya tidak ada diagnosa penyakit.

Menurut dr Tirta, kecuali jika diperiksa psikolog atau psikiater itu bisa dilakukan analisa lebih dalam terkait gejala-gejala Psikomatis.

Akan tetapi, kata dr Tirta, ketika seseorang berani berbicara soal kondisi kesehatan mental kepada teman atau keluarganya tidak boleh dihujat.

Baca Juga: 3 Golongan yang Allah Mudahkan Rezekinya, Selalu Hidup dalam Keberkahan Kata Ustadz Adi Hidayat

“Orang dengan kondisi mental health issue ketika bercerita itu butuh didengar, bukan dihujat apalagi diceramahi,” pungkas dr Tirta.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran