INILAH, Bogor – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor sedang menyusun draft perubahan atas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor tahun 2011-2031. Saat ini Pemkot Bogor menunggu evaluasi dari Pemprov Jabar atas revisi draft perubahan tersebut.
"Dari draft yang sedang disusun, salah satu persyaratan yang belum masuk revisi hanya tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Hal ini akan sangat berguna pada pembangunan Kota Bogor dalam 5-12 tahun mendatang. Ada beberapa yang sudah terakomodir dalam indikasi program yang rencananya di periode kedua Pak Wali," ungkap Kepala Bappeda Kota Bogor Erna Hernawati kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).
Erna mengatakan, salah satunya ada rencana pembangunan reservoir Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jalan Jabaru, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat. Pembangunan itu diutamakan untuk melayani masyarakat, khususnya pemenuhan pelayanan air 24 jam.
"Jadi diutamakan sesuatu yang sifatnya untuk melayani masyarakat. Terus nanti ada perencanaan pembangunan GOR di setiap kecamatan dengan fasilitas penunjang," terangnya.
Menurut Erna, program keterkaitan lingkungan seperti Naturalisasi Sungai Ciliwung pun menjadi prioritas yang ada di dalam draft perubahan RTRW Kota Bogor 2011-2031.
"Dalam draft tersebut juga membahas tentang pengembangan transportasi, yakni akan mengurangi beban pusat Kota Bogor dengan menggunakan angkutan umum massal, pedestrian (berbasis bus/rel), dan penggunaan energi non BBM," tuturnya.
Erna menjelaskan, dari sisi efisiensi dan pengembangan jaringan maupun moda transportasi akan dikembangkan transportasi massal berbasis bus maupun rel yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan, menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dan sekitar Kota Bogo atau perbatasan.
"Ada juga pembangunan Inner Ring Road di Kawasan Cikaret dan Villa Kebun Raya, akan diperlukan pembangunan jalan alternatif di wilayah Kabupaten Bogor, agar pergerakan tidak melintas wilayah Kota Bogor," jelasnya.